SANF bertujuan untuk menjadi perusahaan pembiayaan pilihan bagi mitra bisnisnya dengan menyediakan solusi keuangan terbaik di Indonesia.
Jakarta – PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) menunjukan kinerja solid dalam periode lima tahun terakhir. Pencapaian tersebut didukung oleh strategi roadmap, yaitu Portofolio, People & Public Contribution, serta Digital Strategy.
Berdasarkan data perusahaan, di area Portofolio Roadmap, perusahaan yang menyediakan pembiayaan produktif ini tetap fokus memperkuat pembiayaan dari sektor bisnis utama yaitu industri alat berat.
Selain itu, terus memperluas peluang baru dengan mendorong pertumbuhan portofolio pembiayaan truk serta melakukan diversifikasi portofolio ke sektor baru.
Antara lain, pengembangan pembiayaan produktif untuk usaha kecil dan menengah melalui penyaluran pembiayaan anjak piutang dan pembiayaan vendor terutama di ekosistem grup Perseroan.
Baca juga: Pendapatan Naik 39,75 Persen, Leasing Alat Berat Grup Astra Kantongi Laba Rp165,42 Miliar
Presiden Direktur SANF Wempy Kunto Wiambodo mengatakan, dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), hingga kuartal I (YTD Mar 2024), perseroan meraih total penjualan (Amount Finance) sebesar Rp2,2 T.
Jumlah ini meningkat 7% dibandingkan tahun lalu di periode yang sama (year-on-year/YoY), dengan pencapaian laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp49,6 miliar, meningkat 54,4%. Di samping itu, kualitas asset yang direfleksikan dengan NPL masih tetap baik, terjaga pada rasio 0,1%.
Lanjutnya, di area People & Public Contribution Roadmap, perseroan berfokus dalam pengembangan organisasi yang adaptif dan agile selaras dengan pengembangan strategi bisnis perseroan melalui peningkatan kapabilitas organisasi, serta optimalisasi digital dalam knowledge management dan penguatan budaya inovasi yang berkelanjutan.
Baca juga: Astra Financial Kantongi Nilai Transaksi Rp57,20 Miliar di GIICOMVEC 2024
Di samping itu, dalam mewujudkan sustainability dan community development, SANF telah melakukan beberapa kegiatan yang berlandaskan pada pilar Kesehatan seperti program “SANF Posyandu Terpadu” di Jakarta, pilar Pendidikan seperti dukungan infrastruktur pendidikan di wilayah Jawa dan NTT, hingga kepada Yayasan Tuna Netra di wilayah Tangerang.
“SANF juga aktif melaksanakan pilar Lingkungan seperti program penanaman lebih dari 7000 pohon mangrove di wilayah Jawa Tengah, serta pilar Kewirausahaan dengan melakukan pendampingan literasi keuangan kepada UMKM di wilayah Jabodetabek,” katanya, dikutip, Selasa, 25 Juni 2024.
Adapun di area Digital Strategy Roadmap kata dia, sebagai langkah dalam menjawab kebutuhan dari customer di tengah perkembangan teknologi yang masif, SANF sebagai corporate business financing berkomitmen untuk selalu berinovasi dan senantiasa berupaya memberikan layanan terbaik bagi seluruh mitra bisnisnya dengan meluncurkan aplikasi mobile SANFIND.
Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan mitra bisnis dalam mendapatkan solusi keuangan ‘One Stop Services’ yang sesuai dengan kebutuhan para mitra bisnis.
SANFIND sendiri menawarkan berbagai fitur inovatif dan seamless yang mempermudah pengelolaan keuangan bisnis. Sejak diluncurkan pada tahun 2023 lalu, aplikasi SANFIND telah diunduh lebih dari 720 kali dengan total 210 pengguna telah melakukan registrasi.
“Dengan pencapaian ini, SANF berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada mitra bisnis dalam memberikan dukungan dan layanan pembiayaan yang komprehensif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan mitra bisnis dan memperkuat posisi SANF di industri keuangan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More