Perbankan

Kinerja Solid, Kredit Amar Bank Tumbuh Double Digit di September 2024

Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) atau Amar Bank mencatakan kinerja positif di kuartal III 2024. Ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang signifikan sebesar 14,9 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dengan pinjaman bruto Rp2,8 miliar per September 2024 yang didorong oleh penyaluran kredit sektor UMKM.

Penyaluran kredit Amar Bank juga sejalan dengan pengelolaan kualitas aset pada kuartal III 2024, yang ditandai dengan penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) ke level 0,92 persen dari posisi sebelumnya 1,21 persen.

Sementara itu, Amar Bank juga membukukan kenaikan pendapatan operasional sebesar Rp1,18 triliun di kuartal III 2024 atau tumbuh 26,65 persen yoy dan ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 30,39 persen dan pendapatan non bunga sebesar 18,31 persen.

Baca juga: Efisiensi Terukur, Bank Neo Commerce Raup Laba Rp4,06 Miliar di September 2024

Berdasarkan, pencapaian tersebut, Amar Bank menghasilkan pendapatan bersih Rp152,26 miliar atau naik 20,37 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp126,49 miliar.

Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, mengungkapkan pencapaian positif pada kuartal III ini menunjukkan keberhasilan strategi perseroan dalam mengelola risiko kredit secara hati-hati dan efektif.

“Kami akan terus mempertahankan pendekatan yang seimbang antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko untuk memastikan keberlanjutan kinerja Bank,” ucap Vishal dalam keterangan resmi dikutip, 31 Oktober 2024.

Sementara, SVP Finance Amar Bank, David Wirawan menambahkan, kinerja positif Amar Bank juga didukung oleh manajemen biaya yang efisien serta rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat. 

“Dengan posisi modal yang solid dan strategi yang terfokus pada inovasi digital serta penyaluran kredit yang prudent, kami yakin dapat terus mendukung pertumbuhan segmen ritel dan UMKM, serta mengukuhkan posisi kami sebagai pemimpin di industri perbankan digital Indonesia,” ujar David dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Bank Digital Superbank Milik Emtek Catatkan Rugi Rp285,74 Miliar di September 2024

Adapun, kesuksesan kinerja Amar Bank juga tak lepas dari inovasi digital yang menjadi inti strategi perseroan, melalui Aplikasi Amar Bank Digital dan Tunaiku. Keduanya telah menjadi andalan dalam menjangkau segmen underbanked dan unbanked, berperan besar dalam pertumbuhan pinjaman perseroan.

Diketahui, per September 2024, aplikasi tunaiku telah diunduh lebih dari 20 juta pengguna dan mendistribusikan lebih dari Rp13,4 triliun pinjaman, sejak pertama kali aplikasi ini diluncurkan pada 2014. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

31 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

40 mins ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

57 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

1 hour ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago