Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam paparan kinerja BSI, Kamis, 6 Februari 2025. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatatkan kinerja solid dengan pertumbuhan laba double digit pada Triwulan IV 2024. Selain itu, total aset BSI berhasil menembus angka Rp400 triliun untuk pertama kalinya.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2024, aset BSI tumbuh 15,55 persen secara year-on-year (yoy), mencapai Rp409 triliun.
“Alhamdulillah, sekali lagi kami bersyukur bahwa di tahun 2024 ini BSI dapat menunjukkan kinerja yang solid. Dan ini juga kami buktikan dari tahun ke tahun pertumbuhan kinerja kami sangat baik dan cukup solid. Sementara kami juga sadar bahwa kondisi keuangan baik makro dan juga mikro yang cukup menantang. Tapi alhamdulillah BSI bisa tumbuh dengan baik,” kata Hery, dalam paparan kinerja BSI, di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2025.
Hery menambahkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, meningkat 11,46 persen menjadi Rp327 triliun. Pencapaian ini memperkokoh komposisi dana murah (CASA) yang berhasil diraih BSI sebesar Rp197 triliun pada akhir 2024.
Di sisi lain, pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 15,88 persen, mencapai Rp278 triliun, menunjukkan bahwa BSI mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi.
Lebih lanjut, salah satu pencapaian terbesar BSI pada 2024 adalah kenaikan laba bersih yang mencapai Rp7,01 triliun, tumbuh 22,83 persen yoy. Hery menyebutkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari implementasi strategi New Game Changer yang diterapkan oleh bank syariah terbesar di Indonesia ini.
“Inisiatif strategis yang sudah membuahkan hasil, seperti digital platform dan berbagai terobosan lain, turut berperan penting dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca juga: Bisnis Emas BSI Tembus Rp12,8 Triliun per Desember 2024, Melesat 78,17 Persen
Hery menjelaskan bahwa BSI berhasil menjaga kualitas aset dengan membaiknya cost of credit, yang turun dari 1,14 persen menjadi 0,83 persen. Selain itu, cash coverage meningkat hingga 155,01 persen, menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam pengelolaan risiko kredit.
Rasio Fee Based Income juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 32,58 persen, sementara Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 0,14 persen dan 0,89 persen.
BSI juga semakin kompetitif di industri perbankan nasional. Pada November 2024, BSI menempati posisi ke-6 dalam hal aset di antara bank umum nasional, dengan pertumbuhan aset sebesar 17,19 persen.
Bank ini juga memperkuat posisinya dalam penghimpunan dana murah, dengan pencapaian tabungan sebesar Rp133 triliun, tumbuh double digit sebesar Rp12,74 triliun.
“Kinerja positif ini menjadikan BSI semakin kompetitif dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi di industri perbankan nasional,” tutupnya. (*) Ayu Utami
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More