Analisis

Kinerja Solid BSI di 2024, Aset Tembus Rp400 Triliun

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatatkan kinerja solid dengan pertumbuhan laba double digit pada Triwulan IV 2024. Selain itu, total aset BSI berhasil menembus angka Rp400 triliun untuk pertama kalinya.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2024, aset BSI tumbuh 15,55 persen secara year-on-year (yoy), mencapai Rp409 triliun.

“Alhamdulillah, sekali lagi kami bersyukur bahwa di tahun 2024 ini BSI dapat menunjukkan kinerja yang solid. Dan ini juga kami buktikan dari tahun ke tahun pertumbuhan kinerja kami sangat baik dan cukup solid. Sementara kami juga sadar bahwa kondisi keuangan baik makro dan juga mikro yang cukup menantang. Tapi alhamdulillah BSI bisa tumbuh dengan baik,” kata Hery, dalam paparan kinerja BSI, di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2025.

Baca juga: Dukung Implementasi ESG, BSI Luncurkan Mobil Operasional Listrik dan Digital Carbon Tracking Pada Milad ke-4

Hery menambahkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, meningkat 11,46 persen menjadi Rp327 triliun. Pencapaian ini memperkokoh komposisi dana murah (CASA) yang berhasil diraih BSI sebesar Rp197 triliun pada akhir 2024.

Di sisi lain, pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 15,88 persen, mencapai Rp278 triliun, menunjukkan bahwa BSI mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi.

Laba Bersih Naik 22,83 Persen Berkat Strategi Inovatif

Lebih lanjut, salah satu pencapaian terbesar BSI pada 2024 adalah kenaikan laba bersih yang mencapai Rp7,01 triliun, tumbuh 22,83 persen yoy. Hery menyebutkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari implementasi strategi New Game Changer yang diterapkan oleh bank syariah terbesar di Indonesia ini.

“Inisiatif strategis yang sudah membuahkan hasil, seperti digital platform dan berbagai terobosan lain, turut berperan penting dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga: Bisnis Emas BSI Tembus Rp12,8 Triliun per Desember 2024, Melesat 78,17 Persen

Hery menjelaskan bahwa BSI berhasil menjaga kualitas aset dengan membaiknya cost of credit, yang turun dari 1,14 persen menjadi 0,83 persen. Selain itu, cash coverage meningkat hingga 155,01 persen, menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam pengelolaan risiko kredit.

Rasio Fee Based Income juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 32,58 persen, sementara Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 0,14 persen dan 0,89 persen.

BSI Masuk 6 Besar Bank Nasional Berdasarkan Aset

BSI juga semakin kompetitif di industri perbankan nasional. Pada November 2024, BSI menempati posisi ke-6 dalam hal aset di antara bank umum nasional, dengan pertumbuhan aset sebesar 17,19 persen.

Bank ini juga memperkuat posisinya dalam penghimpunan dana murah, dengan pencapaian tabungan sebesar Rp133 triliun, tumbuh double digit sebesar Rp12,74 triliun.

“Kinerja positif ini menjadikan BSI semakin kompetitif dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi di industri perbankan nasional,” tutupnya. (*) Ayu Utami

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

3 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

8 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

9 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

9 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

9 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

9 hours ago