Selama Yield Pemerintah Diatas 6,5%, Pasar Obligasi Masih Menarik
Jakarta – Di tengah masih adanya tantangan di 2023, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyarankan para investor untuk melakukan diversifikasi investasi dengan memiliki eksposur di aset yang dapat menawarkan potensi pertumbuhan tinggi, seperti saham dan juga aset yang menawarkan stabilitas seperti obligasi.
“Diversifikasi menurunkan risiko volatilitas dan memberi fleksibilitas bagi investor untuk stay invested di pasar namun tetap dapat memanfaatkan peluang ketika terjadi volatilitas pasar,” ucap Chief Economist & Investment Strategist MAMI, Katarina dalam risetnya dikutip, 26 Desember 2022.
Kemudian, ia melihat untuk pasar saham sendiri masih mencatatkan kinerja yang baik di tahun 2022 ini dengan didukung oleh stabilitas kondisi makroekonomi domestik yang terus berlanjut, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus membaik. “Pada akhir tahun 2023 kami memperkirakan IHSG dapat mencapai level 8040,” imbuhnya.
Selain stabilitas makroekonomi, potensi perbaikan selera investasi terhadap pasar Asia juga dapat berimbas positif bagi pasar saham Indonesia yang juga akan mendapat inflow dana asing. Di sisi pasar obligasi, kinerjanya sepanjang 2022 masih tertekan karena dipicu oleh tren kenaikan suku bunga dan kurva imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia mengalami kenaikan di semua tenor, sehingga memberikan tantangan bagi kelas aset obligasi.
Untuk 2023, ia melihat adanya potensi perbaikan iklim pasar obligasi didukung tekanan kenaikan suku global yang sudah berkurang, serta potensi kembalinya investor asing ke pasar obligasi Indonesia di 2023 seiring dengan pulihnya selera investasi.
“Di akhir tahun 2022 sudah terlihat investor asing kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia, setelah sepanjang tahun terus mencatat jual bersih. Pada tahun 2023 kami memperkirakan imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun di kisaran 6.50% – 6.75%,” ujar Katarina.
Adapun volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi karena pasar masih akan terus memperhatikan arah kebijakan suku bunga dan juga seberapa dalam pelemahan ekonomi yang dapat terjadi di 2023. (*)Khoirifa Argisa Putri
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More