Ekonomi dan Bisnis

Kinerja Positif, Bluebird Naikkan Kompensasi Pengemudi

Jakarta–Perusahaan transportasi, PT Blue Bird Tbk (Blue Bird) catat laba bersih konsolidasi sepanjang 2015 mencapai Rp828,94 miliar atau naik 12,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp739,25 miliar.

Direktur Utama BIRD, Purnomo Prawiro mengatakan kenaikan laba bersih ini didorong oleh adanya penurunan biaya bunga.

“Penurunanan biaya bunga tersebut disebabkan belanja yang dilakukan oleh perseroan dengan dana hasil IPO,” kata Purnomo dalam siaran persnya, Jumat, 1 April 2016.

Pendapatan bersih perseroan sendiri tahun lalu tumbuh 15,15% menjadi Rp5,47 triliun, dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar Rp4,75 triliun.

Peningkatan itu didorong oleh adanya kenaikan tarif taksi regular per Km dari Rp3.600/km ke Rp4.000/km atau terdapat kenaikan sebesar sekitar 11% di akhir 2014

Sementara biaya langsung taksi regular pada 2015 naik 16% dibandingkan periode yang sama 2014, dimana kenaikan biaya langsung terutama dipicu dua komponen biaya yaitu kenaikan kompensasi kepada pengemudi dan beban bahan bakar atau Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kompensasi kepada pengemudi merupakan komponen biaya langsung terbesar yaitu sekitar Rp1,4 triliun pada 2015 dibandingkan Rp1,1 triliun di 2014 yang mencerminkan kenaikan sekitar 20% di tahun 2015 dibandingkan dengan 2014,” terangnya.

Purnomo menambahkan kompensasi kepada pengemudi mencerminkan pendapatan bersama (shared revenues) dari Bluebird kepada pengemudi regular taksi sebesar 31,4% dari pendapatan di 2015, lebih besar dari 2014 sebesar 30,3%.

Ditambahkan, dari tahun ke tahun (periode 2011-2015), bagian kompensasi kepada pengemudi dari pendapatan perseroan selalu meningkat, sebagai contoh di 2011 perseroan membagi pendapatan bersama dengan pengemudi sebesar 27%, sedangkan di 2015 mengalami peningkatan sekitar 31%. (*) Dwitya Putra

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

1 hour ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

3 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

3 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

3 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

4 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

4 hours ago