Ilustrasi gedung Permata Bank
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank berhasil mencatatkan laba Rp3,58 triliun pada akhir 2025. Capaian laba tersebut naik tipis 0,59 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp3,56 triliun.
Kenaikan laba tak lepas kinerja penyaluran kredit perseroan. Hingga Desember 2025, kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp163,3 triliun.
Realisasi kredit tersebut didorong oleh segmen kredit korporasi yang meningkat 11,2 persen yoy menjadi Rp99,6 triliun.
Baca juga: Fundamental Solid, Permata Bank Siap Penuhi Free Float 15 Persen
Kualitas kredit juga tetap terjaga baik dan sehat dengan rasio non performing loan (NPL) Gross dan loan at risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1 persen dan 4,3 persen.
Tak hanya kredit, pendapatan perseroan juga tercatat tumbuh 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun, terutama dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan non bunga yang naik signifikan 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan, kinerja perseroan mencerminkan fundamental yang resilien. Ini terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan tidak semata ditentukan oleh skala, melainkan oleh relevansi, dengan menjadi bank pilihan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari, bisnis, dan keluarga mereka,” ucap Meliza dalam keterangan resmi di Jakarta, 12 Februari 2026.
Sementara dalam menjaga kebutuhan pencadangan atas potensi penurunan kredit secara konservatif, Permata Bank secara konsisten menjaga rasio-rasio NPL Coverage dan LAR Coverage yang memadai, masing-masing di level 356 persen dan 171 persen.
“Bank juga proaktif melakukan upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset dalam melakukan penyelesaian kredit bermasalah,” imbuhnya.
Sementara dari sisi pendanaan, simpanan nasabah meningkat 3,9 persen yoy menjadi Rp192,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1 persen.
Baca juga: Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater
“Rasio CASA Bank pun tercatat naik menjadi 63,9 persen dibandingkan 55,3 persen pada periode yang sama tahun lalu,” jelas Meliza.
Berkat kinerja intermediasi yang solid, total aset Permata Bank tercatat tumbuh 3,6 persen yoy menjadi Rp268,3 triliun pada Desember 2025. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More
Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More
Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More