Ilustrasi: Gedung Bank Kalteng/istimewa
Jakarta – Bank Kalteng dapat menatap tahun 2022 dengan rasa percaya diri tinggi. Bagaimana tidak, Bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah ini mampu menutup tahun 2021 dengan rapor yang cemerlang.
Di tengah tantangan bisnis industri perbankan yang semakin ketat, Bank Kalteng mampu menjadi nadi ekonomi daerah melalui penyaluran kredit. Buktinya, sepanjang 2021 kredit yang disalurkan naik hingga 11,48% (year on year/yoy) menjadi Rp7,57 triliun. Nilai pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi ke tiga dari 27 BPD yang ada di Indonesia.
“Kami akan meningkatkan peran kami secara signifikan dalam rangka mengembangkan sektor UMKM di seluruh Kalimantan Tengah karena potensinya sangat besar baik dalam pembiayaan- pembiayaan UMKM dan korporasi maupun dalam pengembangan SDM,” ujar Plt. Direktur Utama Bank Kalteng, Ahmad Selanorwanda.
Keberhasilan Bank Kalteng menjaga performanya dalam dua tahun terakhir tidak lepas dari strategis bank yang adaptif dan mampu melihat perubahan-perubahan berdasarkan perkembangan ekonomi.
Meski jor-joran dalam menyalurkan kredit, Bank Kalteng tetap menerapkan prinsip kehati-hatian sehingga kualitas kreditnya tetap bagus. Tercermin dari rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) nett Bank Kalteng yang hanya 0,33%.
Di satu sisi, pada 2021 kepercayaan masyarakat untuk menaruh dananya di Bank Kalteng pun semakin meningkat. Total dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan Bank Kalteng naik 16,37% menjadi Rp9,17 triliun . Dari jumlah tersebut, 64,9% nya berupa dana murah.
Dengan fungsi intermediasi yang berjalan baik, Bank Kalteng meraup untung Rp240,48 miliar, naik 0,44%. Kemudian, total Aset Bank Kalteng di 2021 naik 13,49% menjadi Rp11,57 triliun. (*) Dicky F.
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More
Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More
Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More
Poin Penting OJK dan Kemenkeu berkoordinasi menurunkan bunga kredit melalui penempatan dana pemerintah dan pengendalian… Read More