News Update

Kinerja BRI dan Bank Mandiri Unggul Mana?

Jakarta – Pada hari yang bersamaan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) menyelenggarakan paparan kinerja konsolidasi semester I-2020. Dalam paparannya, Bank Mandiri tercatat masih lebih unggul dibandingkan dengan Bank BRI dalam pencapaian laba maupun pertumbuhannya di separuh pertama tahun 2020.

Tercatat laba bersih konsolidasi Bank Mandiri sebesar Rp10,3 triliun atau hanya turun 23,9% dari periode yang sama tahun 2019 yang sebesar Rp13,53 triliun. Sementara pada Bank BRI membukukan laba bersih sebesar Rp10,2 triliun atau turun lebih dalam 32% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang berjumlah Rp16,16 triliun.

Namun dari sisi aset, Bank BRI masih lebih unggul dengan aset konsolidasian mencapai Rp1.387,76 Triliun atau tumbuh 7,73% yoy. Sementara pencapaian aset konsolidasi Bank yang digawangi oleh Royke Tumilaar hanya mencapai Rp1.359,4 triliun atau meningkat 10,02% yoy.

Tak hanya itu saja, BRI juga unggul dari sisi total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang terdiri dari giro, tabungan dan simpanan berjangka BRI yang telah mencapai Rp 1.072,5 triliun, jumlah DPK tersebut naik 13,49%. Sementara DPK konsolidasi Bank Mandiri mampu tumbuh 15,82% secara year on year menjadi Rp976,6 triliun.

Sementara itu BRI juga mampu menjaga loan to deposit ratio (LDR) secara ideal di angka 86,06%, atau lebih rendah dengan LDR BRI di akhir Juni 2019 sebesar 92,81%. Sementara itu, permodalan BRI mampu dijaga dengan optimal dengan CAR 20,15%.

Sedangkan loan to deposit ratio (LDR) Bank Mandiri juga turun dari 97,94% menjadi 87,65%. Sementara pada rasio kecukupan permodalan (CAR) juga tercatat lebih rendah dari sebelumnya sebesar 21,01% menjadi 19,20%.

Maka dari itu, dapat disimpulkan mengenai perolehan laba dan pertumbuhannya Bank Mandiri masih lebih unggul dibandingkan Bank BRI, namum bila dilihat mengenai total aset serta DPK, Bank besutan Sunarso lebih unggul ketimbang Bank Mandiri. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

4 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

5 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

5 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

5 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

5 hours ago