Jakarta – RedDoorz, platform multi-brand perhotelan dan akomodasi pada Juli 2023 berhasil menumbuhkan cashflow operasional positif hingga 4 kali lipat dari periode sebelum pandemi Covid.
CEO RedDoorz Amit Saberwal mengatakan, pertumbuhan cashflow positif ini didorong oleh efektifitas RedDoorz yang secara signifikan berhasil mengurangi tingkat cash burn rate hingga 70% Year on Year (YoY) pada semester I 2023.
“Hal ini sejalan dengan ambisi RedDoorz untuk mencapai Group Break Even Point (BEP) di akhir 2023,” katanya, dikutip Sabtu (7/10).
Baca juga: Periode Libur Sekolah 2023, RedDoorz Capai Rekor Penjualan Kamar Tertinggi
Ia mengatakan, pertumbuhan pesat cashflow positif terjadi pada jumlah properti multi-brand yang dicapai oleh SANS Hotel dan UrbanView. SANS Hotel hadir sejak 2020 dan didesain khusus untuk wisatawan milenial dan Gen-Z kini telah mencapai 50 properti.
Adapun UrbanView yang memiliki desain modern dan menjadi hotel multi-brand favorit kalangan menengah ke atas bahkan telah mencapai 200 jumlah properti hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun.
Menurutnya, berbagai peningkatan tersebut tercapai setelah RedDoorz menjalankan berbagai strategi pemulihan pasca Covid-19. Antara lain, dengan melakukan efisiensi biaya operasional hingga marketing, optimalisasi penggunaan Artificial intelligent (Ai) untuk otomatisasi pelayanan.
Hingga fokus mengembangkan bisnis pada core market, yaitu Indonesia dan Filipina meningkatkan loyalitas wisatawan domestik di setiap negara.
Fokus Pasar Domestik
Lanjutnya, pasca pandemi perusahaannya lebih fokus menggarap wisatawan domestik untuk menghindari resiko yang sama jika terjadi pandemi lagi.
“Sebelum pademi, banyak hotel-hotel di Asia yang mengandalkan pergerakan turis Tiongkok, namun setelah pandemi kita telah belajar untuk tidak lagi bergantung pada mereka,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyebut jumlah pergerakan wisatawan domestik di Indonesia sampai dengan pada pertengahan tahun 2023 sudah mencapai 433 juta orang dari target 1,2 miliar orang.
“Kami yakin pergerakan wisatawan domestik ini masih akan terus meningkat sampai akhir 2023 dan diharapkan berimplikasi pada okupansi hotel RedDoorz dan multi-brand,” jelas Adil Mubarak, VP Operations & Multi-Brand RedDoorz Indonesia.
Baca juga: Permudah Investor Analisa IPO, BEI Luncurkan IDX New Listing Information
Dengan segala pencapaian selama semester I 2023, RedDoorz optimis bisa mencapai Group Break Even Point (BEP) pada kuartal empat 2023 dan meraih EBITDA positif pada tahun 2024. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, jumlah properti RedDoorz pun ditargetkan mencapai 8.000.
“Rencana kami berikutnya adalah bisa go public di 2027 karena kami ingin menjadi perusahaan jaringan perhotelan terbesar di Asia Tenggara,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More