News Update

Kinerja Asuransi Harta Benda dan Kendaraan Belum Oke

Jakarta–Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat angka asuransi harta benda dan kendaraan bermotor mengalami penurunan pada triwulan satu 2017.

“Untuk asuransi harta benda dan kendaraan bermotor tercatat menurun. Pada harta benda turun 0,7 persen sedangkan kendaraan bermotor turun stagnan 0,1 persen,” ujar Dadang Sukresna, Ketua Umum AAUI di Kantor AAUI, Jakarta, Selasa, 30 Mei 2017.

Asuransi harta benda tercatat mengalani pertumbuhan negatif -0,7 persen dari Rp4,18 triliun pada triwulan satu 2016 menjadi Rp4,15 triliun pada triwulan satu tahun ini. Dadang menilai penurunan tersebut sejalan dengan penurunan premi pada lini bisnis properti, di mana pertumbuhan penjualan rumah mengalami stagnasi seiring dengan perlambatan penyaluran kredit KPR dan KPA oleh perbankan.

Baca juga: Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,13%

Survei Bank Indonesia mengungkapkan, dari sisi penyaluran kredit perbankan, total Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) tercatat sebesar Rp367,76 triliun pada triwulan satu 2017. Nilai tersebut menurun 0,16 persen secara kuartalan (qtq), dibanding triwulan sebelumnya yang mencatat kenaikan sebesar 3,44 persen (qtq).

Adapun asuransi kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp4,10 triliun pada kuartal satu tahun ini, stagnan dari posisi periode sama tahun lalu.

Dadang menganggap stagnasi pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor pada triwulan satu 2017 ini dapat dicerminkan oleh perkembangan penjualan kendaraan bermotor. Meskipun terjadi kenaikan pada penjualan kendaraan roda empat, namun penjualan kendaraan roda dua mengalami penurunan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia( GAIKINDO), penjualan kendaraan roda empat mengalami peningkatan 5,7 persen (qtq). Sedangkan penjualan kendaraan roda dua mengalami penurunan 6,8 persen (qtq). (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

8 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

9 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

9 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

9 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

9 hours ago