Jakarta – Industri asuransi nasional masih mengalami tekanan ditengah pandemi covid-19. Bukan hanya persoalan trust atau kepercayaan masyarakat (nasabah), namun kinerja asuransi juga dibayangi oleh pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Chairman Infobank Institute Eko B Supriyanto dalam acara InfobankTalkNews Media Discussion dengan tema: “Peluang dan Tantangan Asuransi di Era Digital” yang dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2020.
“Pertumbuhan asuransi mengikuti pertumbuhan ekonomi. Kalau ekonomi amsyong kinerja asuransi juga amsyong,” kata Eko.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Mei 2020 perolehan premi bruto industri asuransi jiwa tumbuh negatif lebih dalam hingga negatif 12,54% lebih rendah dari perolehan tahun 2019 yang negatif 0,38% atau senilai Rp185,33 triliun.
Eko menilai, hal tersebut wajar terjadi lantaran adanya pembatasan sosial yang mengakibatkan perekonomian nasional terpukul sesuai dengan yang telah diproyeksikan Pemerintah.
“Penurunan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami kontraksi, akan sampai -5%. Dan tahun kemarin itu kita masih tumbuh 5% kita lihat di KKSK ada sedikit kurang koordinasi menurut saya,” tambah Eko.
Oleh karena itu menurutnya Pemerintah harus terus memperhatikan industri keuangan non bank khususnya asuransi untuk menjaga pertumbuhan bisnis ditengah tekanan ekonomi saat pandemi. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More