Market Update

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting

  • Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai peluang beli karena kondisi undervalued yang jarang terjadi
  • Valuasi BBCA biasanya di PBV 4–5x, sementara penurunan saat ini dipicu sentimen global dan rotasi sektor, bukan fundamental
  • Fundamental tetap kuat (laba 2025 Rp57,5 triliun, CASA besar, efisiensi tinggi), sehingga berpotensi kembali menguat saat pasar normal.

Jakarta – Pengamat Pasar Modal Rendy Yefta memproyeksikan bahwa saham PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) akan kembali menguat setelah mengalami penurunan cukup signifikan sejak awal 2026.

Untuk diketahui, saham BBCA mengalami penurunan hingga 19 persen sejak awal 2026 hingga sekarang. Jelang penutupan perdagangan sesi I pada Jumat 10 April 2026, saham BBCA berada di kisaran level 6.625.

Pelemahan saham BBCA inline dengan IHSG yang melemah hingga 14,71 persen secara year to date (YTD) hingga 10 April 2026. Namun begitu, Rendy melihat kalau fenomena ini menjadi salah satu sinyal beli untuk saham BBCA.

Baca juga: Net Sell Asing Tembus Rp1,92 Triliun, Saham BBCA, BBRI dan BBNI Paling Banyak Dilego

Menurutnya, secara historis, pasar selalu menghargai kualitas BBCA dengan valuasi premium. Rendy menyebut, BBCA biasanya melenggang santai di tingkat rasio Price to Book Value (PBV) normalnya di kisaran 4x hingga 5x. Namun, dipicu kepanikan sesaat di bursa global dan rotasi sektor, BBCA dipaksa turun drastis.

“Ini adalah fenomena undervalued yang sangat langka untuk saham sekelas kasta tertinggi (blue chip super). Mengambil BBCA di harga di bawah Rp7.000 ibarat Anda memungut Mercy di showroom dengan harga Avanza,” kata Rendy dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 10 April 2026.

Terlebih, BBCA memiliki fundamental kuat terutama dari sisi kinerja keuangan yang terus tumbuh berkelanjutan. Pada 2025, BBCA mencetak laba bersih sebesar Rp 57,5 triliun, atau meningkat 4,9 persen secara year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 54,8 triliun.

Laba tahun 2025 BBCA lebih besar dibandingkan dengan total harga perusahaan (market cap) dari berbagai bank yang melantai di bursa.

BCA juga memiliki dana murah (CASA) yang cukup melimpah, efisiensi operasional, dan memiliki nasabah yang sangat loyal.

Baca juga: RUPST BCA Angkat David Formula jadi Direktur, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Untuk itu, Rendy menyebut, apa yang terjadi dengan saham BBCA merupakan anomali harga saham yang relatif langka. Ke depan, jika kepanikan mereda, Rendy memprediksi harga BBCA akan kembali menuju normalisasi valuasinya di level PBV 4x. Potensi lonjakan keuntungan berpotensi masif bagi siapa pun yang berani mengambil posisi di bawah.

“Orang bijak mengumpulkan emas saat harganya sedang jatuh ke lumpur, bukan saat semua orang sedang antre membelinya di toko,” katanya.

Sebagai penutup, Rendy mewanti-wanti investor untuk mencermati kinerja BBCA kuartal I 2026 yang akan segera dirilis ke publik. Dengan tren efisiensi dan penyaluran kredit yang terus melesat, laporan bulan April ini diproyeksi akan berada dalam tren positif, dan berdampak terhadap pergerakan saham. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

9 mins ago

Melangkah Menuju KBMI 2, Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke… Read More

48 mins ago

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

4 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

4 hours ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

5 hours ago

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke Posisi 7.458

Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More

5 hours ago