CEO XL Axiata, Rajeev Sethi saat konferensi pers di Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025. (Foto: Steven Widjaja)
Jakarta – PT XL Axiata Tbk (EXCL) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp1,12 triliun atau 62 persen dari total laba bersih tahun buku 2024. Pembagian dividen dengan total lebih dari Rp1 triliun itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan hari ini, Selasa, 25 Maret 2025.
Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Rajeev Sethi menjelaskan, setiap pemegang saham bakal mendapatkan dividen sebesar Rp85,7 per saham dari nilai total Rp1,12 triliun dividen yang dibagikan.
“Tahun ini, rapat menyetujui penggunaan 62 persen dari keuntungan setelah pajak dan hak minoritas untuk dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham,” ucap Rajeev saat konferensi pers Perkembangan Merger XL Axiata dan Smartfren di Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025.
Baca juga: Terus Ekspansi, XL Axiata Catatkan Lonjakan Laba 45 Persen di 2024
Di samping untuk dividen, XL Axiata turut mengalokasikan Rp100 juta dari laba bersih tahun buku 2024 untuk cadangan umum dan Rp698,91 miliar untuk saldo laba ditahan.
Nilai pembagian dividen XL Axiata tersebut sekaligus menjadi yang terbesar dalam empat tahun terakhir. Di tahun lalu, emiten telekomunikasi ini membagikan dividen sebesar Rp635,5 miliar atau 50 persen dari total laba bersih 2023.
“Keputusan perseroan untuk memberikan dividen adalah wujud apresiasi kepada pemegang saham yang telah mendukung perusahaan untuk dapat terus tumbuh dan berkembang sampai saat ini,” imbuh Rajeev.
XL Axiata sukses membukukan kinerja apik selama 2024. Laba XL Axiata melonjak hingga 45 persen secara tahunan menjadi Rp1,84 triliun di 2024, dari sebelumnya Rp1,27 triliun pada 2023.
Sementara pendapatan kotor atau EBITDA XL Axiata tercatat tumbuh 13 persen secara tahunan ke Rp17,88 triliun di 2024, dari Rp15,85 triliun pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba dan EBITDA XL Axiata tak bisa dilepaskan dari pengaruh kinerja pendapatan yang juga tumbuh solid. Pendapatannya dibukukan tumbuh 6 persen secara tahunan dari Rp32,34 triliun pada 2023 menjadi Rp34,40 triliun pada 2024.
“Pencapaian ini didukung oleh aktivitas konsumen di wilayah yang dijaga secara disiplin oleh setiap wilayah,” ujar Chief Financial Officer (CFO) XL Axiata, Feiruz Ikhwan pada kesempatan yang sama.
Baca juga: Ada Retno Marsudi hingga Arsjad Rasjid, XL Smart Sahkan Dewan Direksi dan Komisaris
Selain itu, XL Axiata juga mencatatkan pertumbuhan arus kas bebas yang signifikan, mencapai 20 persen secara tahunan menjadi Rp10,49 triliun, serta rasio gearing yang membaik 0,33 poin, dari rasio 2,83 kali menjadi 2,50 kali pada 2024.
“Dan ini mencerminkan kinerja keuangan yang prudensial serta berkelanjutan, karena didukung pertumbuhan jangka panjang,” jelas Feiruz. (*) Steven Widjaja
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More