Ilustrasi Militer Israel/Istimewa
Jakarta – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memerintahkan badan kesehatan PBB untuk mengosongkan gudang bantuan kemanusiaan yang berada di kawasan Gaza Selatan sebelum dimulainya operasi darat di daerah tersebut.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pihak IDF diperkirakan akan menggempur wilayah tersebut untuk menghancurkan Hamas.
Artinya, gudang bantuan kemanusiaan tersebut akan turut menjadi target penghancuran militer Israel yang kian radikal menghancurkan kelompok militan Hamas.
Baca juga: Kamala Harris Desak Israel Lindungi Warga Sipil di Gaza
“WHO menerima pemberitahuan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bahwa kami harus memindahkan pasokan kami dari gudang medis kami di Gaza selatan dalam waktu 24 jam, karena operasi darat akan membuatnya tidak dapat digunakan lagi,” tulis Tedros di X, dikutip VOA Indonesia, Rabu, 6 Desember 2023.
Usai mendapat peringatan dari IDF, pihaknya menghimbau Israel untuk mencabut perintah tersebut dan mengambil segala tindakan yang dapat melindungi warga Palestina dan infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit dan fasilitas kemanusiaan.
Pada Senin lalu, tentara Israel telah mengirim puluhan tank ke Gaza selatan sebagai bagian dari perluasan tindakan terhadap Hamas, di saat komunikasi diputus di wilayah yang terkepung.
Jumlah rumah sakit yang beroperasi di Gaza telah berkurang dari 36 menjadi 18, dalam rentang waktu kurang dari 60 hari. Menurut WHO, dengan hanya tiga rumah sakit yang menyediakan pertolongan pertama dasar dan yang lainnya menawarkan layanan parsial.
Sebanyak 12 rumah sakit masih tetap beroperasi di bagian selatan Jalur Gaza, menurut WHO.
Dalam konferensi pers sebelumnya pada Senin, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur Ahmed al-Mandhari, mengatakan intensifikasi operasi darat militer di Gaza selatan berisiko membuat ribuan orang kehilangan layanan kesehatan.
“Kami melihat, apa yang sudah terjadi di Gaza bagian utara. Ini tidak bisa dijadikan contoh bagi wilayah selatan,” kata dia.
Baca juga: Gencatan Senjata Berakhir, Militer Israel Langsung Bombardir Gaza
Sementara itu, tentara Israel pada Selasa (5/12) membantah telah meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengosongkan gudang bantuan di Gaza selatan dalam waktu 24 jam.
“Yang sebenarnya adalah, kami tidak meminta Anda untuk mengevakuasi gudang dan kami juga telah menjelaskannya (dan secara tertulis) kepada perwakilan PBB yang relevan,” kata badan kementerian pertahanan Israel, yang bertanggung jawab atas urusan sipil Palestina, COGAT, di platform media social X.
“Dari seorang pejabat PBB kami berharap, setidaknya, agar dapat lebih akurat dalam memberikan informasi,” tambah pernyataan tersebut. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More