Jakarta – PT KGI Sekuritas Indonesia pada hari ini (19/7) mengumumkan penerbitan dua waran terstruktur baru, yakni BBCAHDCF5A dan TLKMHDCF5A, dengan aset dasar dari BBCA dan TLKM.
Penawaran awal tersebut mencakup, BBCAHDCF5A dengan saham dasar dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan TLKMHDCF5A dengan saham dasar dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Presiden Direktur KGI Sekuritas, Antony, mengatakan earrants baru dari PT KGI Sekuritas Indonesia bertujuan memenuhi kebutuhan investasi yang beragam dan kompleks dari para investor di Indonesia.
“Kami memahami bahwa para investor membutuhkan berbagai opsi investasi untuk menavigasi berbagai lingkungan pasar dan tujuan investasi. Produk waran terstruktur PT KGI Sekuritas Indonesia akan memberikan pilihan lebih banyak bagi para investor Indonesia, membantu mereka mencapai alokasi aset yang optimal,” ucap Antony dalam keterangan resmi di Jakarta, 19 Juli 2024.
Baca juga: CGS-CIMB Sekuritas Terbitkan 6 Produk Waran Terstruktur, Ini Rinciannya
Ia juga menjelaskan bahwa, waran terstruktur ini akan jatuh tempo pada 20 Januari 2025 dan memberikan jangka waktu investasi selama enam bulan, dengan periode penawaran berlangsung dari 10-16 Juli, dengan tanggal pencatatan pertama pada 19 Juli.
“Yang menarik adalah bahwa kedua waran terstruktur yang kami terbitkan, harga pelaksanaannya dekat dengan harga saham dasar (Underlying) sehingga sangat bernilai dan menguntungkan investor,” imbuhnya.
Saat IPO, harga pelaksanaan TLKMHDCF5A ditetapkan sebesar Rp3.000 atau dalam kondisi In-the-Money (ITM) yang artinya harga acuan saham dasar lebih tinggi dibanding harga pelaksanaan.
Sedangkan harga pelaksanaan BBCAHDCF5A ditetapkan sebesar Rp10.000 atau dekat dengan harga saham dasar (underlying).
Baca juga: BNI Sekuritas Ditunjuk Jadi Transaction Advisor Jasa Marga
“Waran terstruktur kami dirancang dengan harga yang kompetitif, volatilitas yang stabil, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan tujuan kami untuk menciptakan pasar modal Indonesia yang lebih dinamis dan maju,” ujar Antony.
Adapun, penerbitan dua waran terstruktur tersebut menandai awal dari rencana ambisius KGI Sekuritas untuk memperkenalkan 100 waran terstruktur sepanjang 2024, serta memajukan pasar modal Indonesia dengan peluang investasi yang dinamis. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More