Bank Indonesia (BI). Foto: Budi Urtadi
Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mencatat kewajiban neto pada akhir triwulan IV 2025 senilai USD272,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan III 2025 sebesar USD261,8 miliar.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan kewajiban neto tersebut dipengaruhi oleh kenaikan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).
Secara rinci, posisi AFLN Indonesia meningkat terutama didorong oleh kenaikan cadangan devisa dan investasi langsung. Posisi AFLN pada akhir triwulan IV 2025 tercatat sebesar USD558,5 miliar, meningkat dari USD545,5 miliar pada akhir triwulan III 2025.
Baca juga: Survei BI: Penjualan Eceran Februari 2026 Diperkirakan Meningkat
Denny menyebutkan, sebagian besar komponen AFLN mencatatkan peningkatan posisi. Selain cadangan devisa, kenaikan AFLN juga didorong oleh investasi langsung dan investasi portofolio.
“Peningkatan posisi AFLN juga dipengaruhi oleh kenaikan harga emas dan indeks harga saham global,” kata Denny dalam keterangannya, dikutip, Rabu, 11 Maret 2026.
Sementara, posisi KFLN Indonesia meningkat terutama dipengaruhi oleh peningkatan posisi investasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Posisi KFLN Indonesia pada akhir triwulan IV 2025 tercatat sebesar USD831,1 miliar, meningkat dari USD807,3 miliar pada akhir triwulan III 2025.
Peningkatan posisi KFLN tersebut terutama bersumber dari aliran masuk modal asing pada investasi portofolio, investasi langsung, dan investasi lainnya yang mencerminkan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia. Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penguatan indeks harga saham domestik.
Secara keseluruhan tahun 2025, kewajiban neto PII Indonesia meningkat dari USD245,7 miliar pada akhir 2024 menjadi USD272,6 miliar pada akhir 2025.
Peningkatan kewajiban neto PII tersebut bersumber dari kenaikan posisi KFLN sebesar USD61,9 miliar (8,0 persen yoy) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan posisi AFLN sebesar USD34,9 miliar dolar AS (6,7 persen yoy).
“Kenaikan posisi KFLN terutama dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung yang disertai dengan kenaikan harga saham domestik,” ujarnya.
Sementara itu, kenaikan posisi AFLN dipengaruhi oleh peningkatan posisi pada seluruh komponen, baik dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, investasi lainnya, maupun cadangan devisa.
Baca juga: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp127,3 Triliun di Januari 2026
BI memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan IV 2025 dan keseluruhan tahun 2025 tetap terjaga, sehingga mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada tahun 2025 yang tetap terjaga sebesar 18,8 persen serta struktur kewajiban PII Indonesia yang didominasi oleh instrumen berjangka panjang (93,2 persen), terutama dalam bentuk investasi langsung.
Ke depan, BI senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
“Selain itu, BI juga akan terus memantau potensi risiko terkait perkembangan kewajiban neto PII terhadap perekonomian Indonesia,” tutup Denny. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) membuka layanan operasional terbatas di sejumlah cabang selama libur… Read More
Poin Penting Puan Maharani mendukung pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi… Read More
Poin Penting Friderica Widyasari Dewi mengikuti fit and proper test calon Anggota DK Otoritas Jasa… Read More
Poin Penting Penukaran uang baru menjelang Lebaran 2026 dapat dilakukan langsung di kantor cabang BRI,… Read More
Poin Penting BRI menyiapkan uang tunai Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode… Read More
Poin Penting BCA menyesuaikan operasional cabang selama libur dan cuti bersama Nyepi dan Lebaran 2026,… Read More