News Update

Ketua KPK Buka-bukaan soal Anggaran: SDM Kurang, Alat OTT Ketinggalan Zaman

Poin Penting

  • KPK menyoroti keterbatasan anggaran yang berdampak pada kekurangan SDM dan belum optimalnya jangkauan kerja lembaga.
  • Disparitas gaji dan minimnya peralatan OTT dinilai menghambat kinerja, sehingga dibutuhkan dukungan anggaran yang lebih memadai.
  • Komisi III DPR menyatakan dukungan terhadap penguatan kelembagaan dan program strategis KPK tahun 2026.

Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menilai tantangan utama lembaga antirasuah saat ini bukan terletak pada proses penanganan perkara, melainkan pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/1), Setyo menyampaikan bahwa jumlah personel KPK belum ideal untuk menjangkau kebutuhan penindakan dan pencegahan secara optimal.

“Urusan penanganan perkara, dari sisi kendala, kami pastikan bahwa secara umum tidak ada. Namun, dari sisi sumber daya manusia, keterbatasannya pasti ada, jumlahnya tidak maksimal,” katanya, dikutip ANTARA, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca juga: Modus Korupsi Makin Canggih, Ketua KPK Ungkap Perubahan Pola OTT

Setyo juga mengusulkan penguatan kehadiran KPK di daerah, khususnya di Indonesia bagian timur. Menurutnya, keberadaan kantor di wilayah atau provinsi tertentu akan mempercepat koordinasi dengan pemerintah daerah dan meningkatkan efektivitas pengawasan.

“Rentang kendalinya, jarak dan waktunya juga semakin bisa efisien dan efektivitas,” imbuhnya.

Disparitas Gaji dan Harapan 2026

Selain jumlah SDM, Setyo mengungkapkan adanya ketimpangan sistem penggajian antara pegawai lama dan pegawai baru di lingkungan KPK. Ia menyebut persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan Kementerian Keuangan.

“Mudah-mudahan untuk 2026 ini tidak ada lagi disparitas antara pegawai lama dengan pegawai baru sehingga bisa memotivasi,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Ikut Disita

OTT Terkendala Teknologi

Dalam forum yang sama, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyoroti keterbatasan alat penunjang penindakan, khususnya dalam operasi tangkap tangan (OTT). Menurutnya, teknologi yang digunakan KPK saat ini belum memadai.

“(Alat) kurang canggih. Jadi, ini sudah tidak up to date lagi. Jadi, kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar untuk beli alat, barangkali OTT lebih masif gitu,” ujarnya.

Page: 1 2

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

16 mins ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

39 mins ago

Perbarindo Adakan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More

1 hour ago

Tok! Komisi XI DPR Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota DK OJK 2026–2031, dengan Friderica Widyasari… Read More

1 hour ago

Kemenkeu Sudah Cairkan THR ASN dan TNI-Polri Rp24,7 Triliun

Poin Penting Kemenkeu telah menyalurkan THR ASN dan TNI-Polri Rp24,7 triliun per 10 Maret 2026.… Read More

3 hours ago

Calon DK OJK Adi Budiarso Ungkap PR Besar Sektor Keuangan RI Meski Stabilitas Terjaga

Poin Penting Sektor keuangan Indonesia dinilai stabil, didukung kerangka regulasi seperti UU P2SK dan UU… Read More

3 hours ago