Jakarta- Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga adalah Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Muliaman D Hadad menilai, industri syariah pada saat ini sedang menunjukkan tren pertumbuhan yang membanggakan.
Untuk memanfaatkan momentum tersebut, dirinya mengimbau kepada seluruh pelaku lembaga syariah agar dapat mengembangkan layanan bisnisnya guna terus mendorong keuangan syariah.
“Saya kira pengembangan lembaga syariah kedepan harus disiapkan, ditambah sosialisasi tetap dilanjutkan ,” ungkap Muliaman disela acara Anugerah Syariah Republika 2017 di Hotel JW Marriott Jakarta, Rabu Malam 6 Desember 2017.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan para pelaku industri syariah agar terus membangun sinergitas maupun kolaborasi antar lembaga keuangan lain. Dirinya menilai, perlu adanya kerjasama yang berkesinambungan guna terus meningkatkan keuangan syariah.
“Maka kami ajak untuk bersama memperkuat sinergi dalam pengembangan keuangan syariah dan menjadikan keuangan syariah Indonesia berkontribusi tumbuh,” tambah Muliaman.
Sebagai informasi, menurut data OJK menyebutkan bahwa pangsa pasar total aset keuangan syariah pada bulan September 2017 telah mencapai 10 persen dari keseluruhan aset keuangan Indonesia, yaitu mencapai Rp1.075 triliun atau USD79,75 miliar, dengan komposisi pangsa pasar terbesar pada sektor pasar modal syariah, yaitu 14,64 persen yang jika kita lihat lebih jauh komposisi instrumennya masih didominasi oleh sukuk.
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More
Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BNI siapkan uang tunai Rp23,97 triliun untuk kebutuhan transaksi Ramadan dan Lebaran 2026… Read More
Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More