Mobil BPJS Ketenagakerjaan melayani peserta. (Foto: Erman)
Jakarta – Guna mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian nasional, BPJS Ketenagakerjaan melakukan kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terkait sinergitas penyelenggaraan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Kerjasama yang dilakukan antara dua lembaga ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman atau MoU oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dan Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P Roeslani, di Jakarta, Senin, 17 Oktober 2016.
Sinergitas penyelenggaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan antara lembaga ini dan KADIN nantinya dalam bentuk sosialisasi bersama, program kerja bersama, serta dukungan KADIN Indonesia ke tingkat cabang untuk perluasan kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
(Baca juga : Kadin : Tingkatkan Sosialisasi Tax Amnesty Tahap II)
Agus berharap, agar semua pihak perusahaan atau pemberi kerja dapat mendukung kerjasama yang dilakukan antara keduanya. Hal ini bertujuan agar perlindungan bagi para pekerja dapat terlaksana, sehingga risiko-risiko yang terjadi pada para pekerja bisa ditanggung oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan.
“Jadi perusahaan bisa fokus dengan operasional dan pelayanan mereka. Risiko kerja sudah jadi tanggung jawab kami, BPJS Ketenagakerjaan, bagi semua perusahaan yang terdaftar dan mengikuti regulasi yang ada,” ujar Agus. (*)
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More