Markas besar kedutaan besar AS di Riyadh pada tanggal 3 Maret. (foto: ist)
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan para diplomat yang bertugas di Arab Saudi untuk segera meninggalkan negara tersebut akibat meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.
Perintah tersebut dikeluarkan oleh United States Department of State pada Minggu (8/3) waktu setempat, melalui unggahan resmi.
Dikutip Bloomberg, Senin (9/3), langkah tersebut menjadi perintah keberangkatan pertama sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Sebelumnya, staf pemerintah AS yang tidak memiliki tugas penting di kawasan tersebut hanya diberikan opsi untuk meninggalkan wilayah secara sukarela. Namun kini mereka diwajibkan untuk meninggalkan Arab Saudi.
Baca juga: Harga Minyak Tembus USD100, Bursa Saham Asia Rontok Akibat Konflik Timur Tengah
Seorang juru bicara United States Department of State mengatakan, keputusan ini diambil untuk mengurangi jumlah personel diplomatik di negara tersebut dan membatasi operasional hanya pada staf yang dianggap penting.
Meski demikian, Kedutaan Besar AS di Riyadh tetap beroperasi dengan staf inti. Pemerintah AS menyebut kebijakan ini bersifat sementara.
Diketahui, perintah evakuasi tersebut muncul setelah sejumlah serangan yang dikaitkan dengan Iran menargetkan kompleks diplomatik dan area di sekitarnya.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan bahwa pada Selasa terjadi serangan drone yang melibatkan dua pesawat tak berawak di sekitar kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh.
Situasi keamanan di kawasan Teluk juga semakin memanas. Negara-negara di sekitar Teluk Persia dilaporkan menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran.
Baca juga: Rupiah Sempat Tembus Rp17.000 per USD, BI Diminta Prioritaskan Stabilisasi Nilai Tukar
Di sisi lain, Israel disebut menyerang fasilitas energi di Teheran, termasuk depot bahan bakar, serta mengancam jaringan listrik Iran. Kondisi ini mendorong peringatan dari organisasi kemanusiaan mengenai potensi risiko lingkungan.
Presiden AS Donald Trump bahkan menuntut “penyerahan tanpa syarat” dari Iran melalui unggahan di media sosialnya. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik di kawasan Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama.
Ketegangan geopolitik ini juga berdampak pada pasar global, dengan sejumlah bursa saham mengalami penurunan sementara harga minyak dunia melonjak tajam. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan… Read More
Poin Penting: Longsor gunungan sampah di Bantargebang menewaskan empat orang dan kembali menyoroti krisis pengelolaan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 pada perdagangan 9 Maret 2026.… Read More
Poin Penting: Status Siaga 1 TNI merupakan tingkat kesiapan tertinggi di militer yang menandakan pasukan,… Read More
Poin Penting Pemerintah akan mengevaluasi pergerakan harga minyak dunia selama satu bulan sebelum menentukan kebijakan… Read More
Poin Penting RUPST BNI menyetujui pembagian dividen Rp13,02 triliun dari laba bersih 2025. Nilai tersebut… Read More