Internasional

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, AS Tarik Diplomat dari Arab Saudi

Poin Penting

  • Amerika Serikat memerintahkan diplomatnya meninggalkan Arab Saudi akibat meningkatnya risiko keamanan di Timur Tengah.
  • Evakuasi dilakukan setelah serangan drone di sekitar kompleks Kedutaan AS di Riyadh yang dikaitkan dengan Iran.
  • Konflik Iran–Israel memicu ketegangan regional serta mengguncang pasar global, termasuk lonjakan harga minyak.

Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan para diplomat yang bertugas di Arab Saudi untuk segera meninggalkan negara tersebut akibat meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.

Perintah tersebut dikeluarkan oleh United States Department of State pada Minggu (8/3) waktu setempat, melalui unggahan resmi.

Dikutip Bloomberg, Senin (9/3), langkah tersebut menjadi perintah keberangkatan pertama sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Sebelumnya, staf pemerintah AS yang tidak memiliki tugas penting di kawasan tersebut hanya diberikan opsi untuk meninggalkan wilayah secara sukarela. Namun kini mereka diwajibkan untuk meninggalkan Arab Saudi.

Baca juga: Harga Minyak Tembus USD100, Bursa Saham Asia Rontok Akibat Konflik Timur Tengah

Seorang juru bicara United States Department of State mengatakan, keputusan ini diambil untuk mengurangi jumlah personel diplomatik di negara tersebut dan membatasi operasional hanya pada staf yang dianggap penting.

Meski demikian, Kedutaan Besar AS di Riyadh tetap beroperasi dengan staf inti. Pemerintah AS menyebut kebijakan ini bersifat sementara.

Serangan Drone Picu Evakuasi

Diketahui, perintah evakuasi tersebut muncul setelah sejumlah serangan yang dikaitkan dengan Iran menargetkan kompleks diplomatik dan area di sekitarnya.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan bahwa pada Selasa terjadi serangan drone yang melibatkan dua pesawat tak berawak di sekitar kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh.

Situasi keamanan di kawasan Teluk juga semakin memanas. Negara-negara di sekitar Teluk Persia dilaporkan menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran.

Baca juga: Rupiah Sempat Tembus Rp17.000 per USD, BI Diminta Prioritaskan Stabilisasi Nilai Tukar

Di sisi lain, Israel disebut menyerang fasilitas energi di Teheran, termasuk depot bahan bakar, serta mengancam jaringan listrik Iran. Kondisi ini mendorong peringatan dari organisasi kemanusiaan mengenai potensi risiko lingkungan.

Presiden AS Donald Trump bahkan menuntut “penyerahan tanpa syarat” dari Iran melalui unggahan di media sosialnya. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik di kawasan Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama.

Ketegangan geopolitik ini juga berdampak pada pasar global, dengan sejumlah bursa saham mengalami penurunan sementara harga minyak dunia melonjak tajam. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Presiden Prabowo Kunjungan Kenegaraan ke Jepang, Bahas Investasi hingga Energi

Poin Penting Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan dengan… Read More

56 mins ago

Transaksi SPKLU PLN Pecah Rekor, Tembus 18.088 Kali saat Musim Mudik Lebaran 2026

Poin Penting Transaksi SPKLU PLN mencetak rekor 18.088 kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H,… Read More

2 hours ago

Indeks Infobank15 Turun Tipis, Pergerakan Saham Bank Masih Variatif

Poin Penting IHSG turun 0,94% dan seluruh indeks utama kompak melemah. Indeks INFOBANK15 terkoreksi 1,87%… Read More

4 hours ago

Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan

Poin Penting IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun. BBNI, EMAS,… Read More

4 hours ago

IHSG Pekan Ini Ditutup Turun 0,14 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.516 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More

4 hours ago

Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141 Triliun hingga Februari 2026

Poin Penting Qlola by BRI mencatat volume transaksi Rp2.141,37 triliun hingga Februari 2026, dengan pengguna… Read More

7 hours ago