Analisis

Ketegangan Baru Setelah Premi Jiwa Anjlok

INDUSTRI asuransi nasional masih akan mengarungi ketegangan pada 2019. Sebagian perusahaan asuransi yang tahun lalu rapornya tertekan dan ingin membalikkan kinerja tahun ini, masih diadang banyak faktor. Kalaupun tensi politik dalam negeri yang panas bisa diredam, cuaca ekonomi global yang penuh ketidakpastian lebih menjadi penghalang. Dampaknya pasti memengaruhi ekonomi Indonesia dan otomatis memengaruhi kondisi pasar.

Ekonomi dunia yang tertekan perang dagang Amerika Serikat (AS) versus Tiongkok telah memengaruhi perdagangan dunia. Imbasnya sudah memukul Indonesia sejak tahun lalu dan akan berlanjut tahun ini. Kinerja ekspor Indonesia yang tertekan membuat neraca perdagangan tekor dan defisit transaksi berjalan pun menganga. Ditambah lagi, likuiditas mengetat dan bursa saham anjlok.

Tanda-tanda jalan makin mendaki akan dilalui perusahaan-perusahaan asuransi jiwa. Menurut data Biro Riset Infobank (birI), per Maret 2019 premi bruto industri asuransi jiwa anjlok 10,63% dibandingkan Maret tahun lalu.
Di 2018 kinerja keuangan industri asuransi jiwa mengalami tekanan berat. Ada 18 perusahaan asuransi jiwa yang pendapatan premi brutonya turun, di antaranya para pembesar seperti Asuransi Jiwasraya, Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, Indolife Pensiontama, dan sejumlah perusahaan joint venture seperti Prudential Life Assurance yang merupakan market leader di bisnis unit link. Industri asuransi jiwa yang pada 2017 menikmati pertum-buhan premi 16,23%, pada 2018 harus puas dengan pertumbuhan premi 1,20%.

Pasar saham yang bagaikan roller coaster sepanjang 2018 telah melumatkan brankas investasi industri asuransi jiwa. Dari seluruh portofolio investasi industri asuransi jiwa yang sebesar Rp463,96 triliun, porsi saham mencapai 30,47%, belum termasuk investasi di reksa dana yang komposi-sinya mencapai 36,02%.

Belasan perusahaan asuransi jiwa mencatat hasil investasi yang minus. Jebloknya kinerja investasi membuat laba industri merosot hingga 98,52% menjadi Rp194,09 miliar tahun lalu.

Lalu bagaimana prospek dan kondisi industri perasuransian di Indonesia pada 2019? Semua dikupas di Infobank edisi Juni 2019. Termasuk Rating 127 Asuransi Versi Infobank 2019, di mana hanya ada 13 perusahaan asuransi jiwa dan 40 perusahaan asuransi umum yang berpredikat sangat bagus. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

35 mins ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

51 mins ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

1 hour ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

1 hour ago

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

2 hours ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

2 hours ago