Jakarta–Bank Indonesia (BI) terus memantau perkembangan stabilitas sistem keuangan, yang secara keseluruhan masih ditopang oleh sektor perbankan. Mengingat perkembangan ekonomi global dan domestik masih belum menunjukkan perbaikan signifikan.
“Di tengah risiko global dan domestik, stabilitas sistem keuangan kita masih terjaga baik. Paling dominan sektor keuangan yakni perbankan yang perannya masih 80 persen, itu kenapa masih jadi sorotan assesment kami,” tukas Direktur Makroprudensial BI, Yati Kurniati di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 27 Mei 2016.
Ia menjelaskan, ketahanan dari stabilitas sistem keuangan dilihat dari Indeks Stabilitas Sistem Keuangan yang dibentuk dari Indeks Stabilitas Keuangan dan Indeks Institusi Keuangan dan masih di zona hijau atau mencerminkan kondisi stabil dan normal.
“(memang) Sempat naik karena Indeks Stabilitas Pasar Keuangan terganggu tekanan kurs tetapi membaik dan terus membaik kami update sampai Maret,” tegasnya.
Dilihat dari komponennya untuk Indeks Stabilitas Institusi Keuangan ada ketahanan permodalan, risiko kredit, profitabilitas bank, dan likuiditas. “Perbaikan Indeks Stabilitas Institusi Keuangan karena ada penguatan permodalan dan perbaikan likuiditas perbankan,” tandas Yati.
Bank sentral mencatat pada Maret 2016, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 21,8%, sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berada di kisaran 2,8% (gross) atau 1,4% (net). Dari sisi fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 8,7% (yoy), meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,2% (yoy).
Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2016 tercatat sebesar 6,4% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,9% (yoy). (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More