News Update

Ketahanan Industri Asuransi dan Peluang Pertumbuhan 2026

Poin Penting

  • Industri asuransi tetap tangguh dengan total aset Rp1.181,21 triliun per September 2025, didukung digitalisasi, literasi, dan kelas menengah yang tumbuh.
  • Regulasi baru dan penguatan perlindungan konsumen seperti co-payment, Dewan Penasihat Medis, POJK 23/2023, dan Lembaga Penjaminan Polis dipersiapkan untuk 2026–2028.
  • Peran masyarakat dan sinergi pemerintah-industri-media krusial untuk membangun persepsi positif dan stabilitas finansial keluarga.

Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri asuransi masih menunjukkan prospek positif. Hal ini di dukung digitalisasi, peningkatan literasi, dan tumbuhnya kelas menengah.

Industri ini pun mencatat kinerja solid dengan total aset mencapai Rp1.181,21 triliun per September 2025, atau naik 3,39 persen secara tahunan. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Kepatuhan, Allianz Life Indonesia Hasinah Jusuf mengungkapkan,sektor asuransi tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian ekonomi. 

Ia membeberkan, hingga September 2025 saja, total pendapatan premi industri tercatat sebesar Rp132,85 triliun, dengan sektor asuransi jiwa masih mengalami kontraksi 2,06 persen secara tahunan.

Baca juga: Klaim Asuransi Jiwa Tembus Rp110,44 Triliun di Kuartal III 2025

Kinerja positif ini, sebut dia, akan berlanjut pada 2026. Bahkan, industri asuransi tak hanya menunjukkan ketahanan, tetapi juga bersiap menjalankan berbagai regulasi baru, seperti skema co-payment, pembentukan Dewan Penasihat Medis (DPM), penguatan underwriting berbasis risiko, serta percepatan digitalisasi layanan.

Kewajiban pemenuhan ekuitas minimum sesuai POJK 23/2023 juga menjadi langkah penting untuk memperkuat permodalan dan perlindungan pemegang polis.

Selain itu, hadirnya kebijakan Lembaga Penjaminan Polis (LPP) yang akan berlaku pada 2028 menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan konsumen.

“Seluruh kebijakan ini diharapkan membentuk industri yang lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga: Premi Asuransi Jiwa Turun 1,1 Persen di Kuartal III 2025, AAJI Beberkan Penyebabnya

Tak terkecuali bagi Allianz Life Indonesia, yang mencatat pendapatan premi total sebesar Rp15,2 triliun hingga kuartal III tahun 2025. Hasinah menegaskan, ketahanan industri asuransi tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi, tetapi juga pada persepsi masyarakat.

“Karena itu, sinergi antara pemerintah, industri, dan media sangat penting untuk membangun narasi positif mengenai peran asuransi bagi stabilitas finansial keluarga,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Bansos BPNT-PKH Februari 2026 Cair, Ini Besaran dan Cara Cek Penerima

Poin Penting BPNT dan PKH tahap I 2026 cair Februari untuk sekitar 18 juta KPM.… Read More

1 second ago

KPR BTN Tumbuh Double Digit, KPP dan BSN jadi Penopang Ekspansi 2025

Poin Penting KPR BTN tumbuh double digit sepanjang 2025, dengan KPR Subsidi naik 10% yoy… Read More

48 mins ago

UOB Indonesia dan Ruangguru Gelar Literasi Keuangan dan Coding

Program UOB My Digital Space merupakan bagian dari inisiatif regional yang bertujuan mengentas kesenjangan digital… Read More

1 hour ago

Reformasi Pasar Modal

Oleh Paul Sutaryono INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 8 persen berturut-turut pada Rabu,… Read More

2 hours ago

Setelah MSCI, Kini Giliran FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham RI

Poin Penting FTSE Russell tunda review indeks Indonesia periode Maret 2026 di tengah proses reformasi… Read More

2 hours ago

Mandiri Sekuritas Selenggarakan Capital Market Forum 2026 untuk Investor Institusi Lokal dan Asing yang Berinvestasi di Indonesia

Poin Penting Mandiri Sekuritas menggelar Capital Market Forum 2026 bertema Accelerating Quality Growth untuk mempertemukan… Read More

2 hours ago