Jakarta – OPEC mengumumkan kesepakatan untuk memangkas level produksi sekitar 700 ribu barel per hari pada Rabu, 28 September 2016. Hal ini mengejutkan seluruh trader yang sebelumnya berpendapat bahwa penurunan produksi tidak mungkin terjadi.
Kesepakatan ini pun kemudian membuat pasar terangkat signifikan pada Kamis, 29 September 2016 lalu. Hal ini seharusnya membuat sentimen risiko meningkat dan memperkuat sentimen positif untuk pasar berkembang.
Chief Market Strategist Forextime (FXTM), Hussein Sayed menilai, walaupun pasar sangat pesimis bahwa OPEC akan dapat mencapai kesepakatan, kacaunya keuangan negara-negara produsen minyak terbesar ternyata berhasil memaksa para pemimpin negara untuk mengesampingkan perbedaan dan mengakhiri ketegangan 2 tahun terakhir.
“Harga minyak mentah melonjak 6% setelah rilis berita kemarin dan pasar saham Asia pun menguat dengan dipimpin oleh saham sektor energi. Jika reli ini berlanjut, IDR dapat menikmati dampak yang cukup signifikan pada jangka menengah” ujar Hussein.
Kesepakatan ini seharusnya memberi pengaruh yang lebih besar pada harga minyak. “Menurut saya setidaknya reli 10%-15%, namun kurangnya detail tentang kesepakatan ini membatasi peningkatan harga. Kita harus menunggu tanggal 30 November untuk mengetahui apakah kesepakatan ini akan dapat diimplementasikan dan apakah produsen minyak non-OPEC akan mengikutinya” tambahnya. (Selanjutnya : Yen Berada Pada Tren Melemah)
Yen Berada Pada Tren Melemah
Membaiknya selera risiko juga menyebabkan Yen melemah terhadap seluruh mata uang mayor lainnya. Yen merosot 0,7% terhadap USD saat berita ini dilaporkan.
Data Jepang menampilkan bahwa konsumen masih enggan berbelanja. Penjualan ritel merosot selama enam bulan berturut-turut – penurunan terpanjang sejak krisis finansial global. Penjualan ritel merosot 1,1% MoM di bulan Agustus sehingga penurunan tahunan menjadi -2,1%.
Menurut Hussein, ini menjadi indikasi lain bahwa kebijakan stimulus Bank of Japan tidak cukup untuk memotivasi konsumen Jepang meningkatkan belanjanya. “BoJ jelas berharap bahwa peningkatan sentimen risiko akan berlangsung lebih lama agar Yen semakin melemah” imbuhnya.(*)




