Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 5% Ditengah Ketidakpastian Global Luar Biasa
Jakarta– Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) menegaskan bahwa Indonesia masih merupakan negara tujuan investasi yang menarik bagi perusahaan-perusahaan Eropa.
Kepala BKPM, Thomas Lembong‚ menilai, saat ini Uni Eropa adalah investor terbesar keempat di Indonesia. Hubungan bilateral antara Uni Empa dan Indonesia yang semakin kuat tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Kami menyambut baik investasi perusahaan Eropa di Indonesia yang juga mendukung industri nasional. Investor Eropa biasanya membawa serta teknologi mutahir yang juga dapat diterapkan oleh industri lokal hal ini sejalan dengan fokus pemerintah yang hendak menjadikan industri Indonesia 4.0. ” ujar Thomas Lembong di Jakarta, Rabu 6 Februari 2019.
Selain itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend secara khusus menggarisbawahi bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa Indonesia (l-EU CEPA) yang saat ini sedang dalam tahap negosiasi dengan Pemerintah Indonesia, menjanjikan beragam kesempatan bagi Indonesia dan Uni Eropa dan dapat lebih mendorong pembangunan ekonomi Indonesia.
“Perjanjian kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa Indonesia (NEU CEPA) akan memberikan kerangka kerja yang lebih kuat bagi perdagangan bilateral, dan hubungan investasi, serta mendptakan akses pasar baru untuk UE dan Indonesia,” jelas Vincent.
Vincent berharap, perjanjian ini akan membawa investasi modal dan transfer teknologi canggih serta pengetahuan yang penting bagi pengembangan keterampilan sumber daya manusia di Indonesia.(*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More