Snapshot

Kerja Sama Riset Ketenagakerjaan Bank Mandiri-LinkedIn

(kiri ke kanan) Pejabat Eksekutif Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan, Executive Director Mandiri Institute Anton H. Gunawan, Chairman of Advisory Board Mandiri Institute M. Chatib Basri, Managing  Director Asia Pacific, LinkedIn, Olivier Legrand dan Public Policy & Gov. Affairs Director LinkedIn Asia Pacific Nick O’Donnell tengah berbincang usai penandatanganan MoU kerja sama di Jakarta, Rabu (6/6). Dalam kerja sama ini, Mandiri Institute akan memanfaatkan data dari LinkedIn Economic Graph sebagai basis pembuatan kajian bersama (joint research) yang akan mendiskusikan beragam tren employment baik di Indonesia maupun global. Nantinya, informasi yang akan dipaparkan dalam kajian bertajuk “Indonesia workforce: Skills for the Future” itu akan menjadi yang pertama tentang kondisi kapasitas dan keahlian SDM di Indonesia. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Jerat Defisit APBN: Menkeu Purbaya, Bunga Utang Menggunung dan Tax Ratio yang Rendah

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More

1 hour ago

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

14 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

14 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

14 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

15 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

16 hours ago