“Kita lihat 2 tahun terakhir kita siapkan integrasi dengan total ATM seluruh Himbara 61.210 unit dan saat ini sudah ada seluruh ATM. Dan yang miliki dual screen di 15.000 atm menampilkan menu ATM Link yang akan dikelola JPN,” ungkap Kartika.
Ia menambahkan, kerja sama antara Himbara dan JPN akan lebih meningkatkan efisiensi pengeluaran belanja Bank Himbara setiap tahunnya.
“Tentu akan lebih efisien pembelian ATM baru kedepanya dan selanjutnya paling besar biaya perawatan setiap ATM, jadi kami sedang hitung biaya operational expenditure (opex)-nya,” tutur Kartika.
Kartika mengungkapkan, untuk setiap tahun perseroan membeli ATM 2 ribu sampai 3 ribu unit ATM dengan harga USD7 ribu. Menurut Kartika, dengan menurunnya biaya belanja dan perawatan dari mesin ATM, maka nantinya perseroan dapat memangkas biaya-biaya transfer yang saat ini dikenakan oleh nasabah. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting BCA menambah jaringan dari 1.242 cabang (2021) menjadi 1.270 cabang (Desember 2025) BCA… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More