“Kita lihat 2 tahun terakhir kita siapkan integrasi dengan total ATM seluruh Himbara 61.210 unit dan saat ini sudah ada seluruh ATM. Dan yang miliki dual screen di 15.000 atm menampilkan menu ATM Link yang akan dikelola JPN,” ungkap Kartika.
Ia menambahkan, kerja sama antara Himbara dan JPN akan lebih meningkatkan efisiensi pengeluaran belanja Bank Himbara setiap tahunnya.
“Tentu akan lebih efisien pembelian ATM baru kedepanya dan selanjutnya paling besar biaya perawatan setiap ATM, jadi kami sedang hitung biaya operational expenditure (opex)-nya,” tutur Kartika.
Kartika mengungkapkan, untuk setiap tahun perseroan membeli ATM 2 ribu sampai 3 ribu unit ATM dengan harga USD7 ribu. Menurut Kartika, dengan menurunnya biaya belanja dan perawatan dari mesin ATM, maka nantinya perseroan dapat memangkas biaya-biaya transfer yang saat ini dikenakan oleh nasabah. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More