Jakarta – Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Sistem Informasi Bank Indonesia (BI), Endang Trianti memastikan sistem BI Fast sudah siap untuk menampung transaksi digital dalam jumlah besar. Pada tahap awal, ia menyebut sistem BI Fast mampu menampung sebanyak 30 juta dalam sehari.
“Pada tahap awal, kita mengantisipasi sampai 30 juta transaksi per hari untuk kapasitas infrastructure dengan kemampuan pemrosesan sebanyak 2000 transaksi per detiknya,” jelas Endang pada paparan virtualnya, Rabu, 3 November 2021.
Lebih jauh, Endang menyebut bahwa kapasitas volume transaksi BI Fast ini bukanlah final. BI akan terus melakukan pemantauan akan perkembangan BI Fast dan menyesuaikan infrastruktur berdasarkan perkembangan tersebut.
“Solusi yang kita gunakan adalah solusi-solusi yang fleksibel sehingga bisa ditambah ketika kita membutuhkannya ke depan,” ujarnya.
Adapun selain transaksi real-time selama 24 jam, BI-Fast juga memiliki fitur lain seperti Proxy Address. Fitur ini nantinya akan memperbolehkan nasabah bertransaksi dengan nomor HP atau Email saja. Harapannya fitur ini akan semakin memudahkan nasabah dalam bertransaksi. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More