Nasional

Kerek Produksi Migas Nasional, Anjungan OOA Berdiri di Laut Utara Jabar

Jakarta – Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWNJ) berhasi menyelesaikan tahapan pemasangan jacket dan topside anjungan lepas pantai OOA, yang kini telah terpasang penuh di perairan utara Jawa Barat.

BUMN bidang eksplorasi minyak dan gas ini siap memulai babak baru dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui proyek Anjungan OOA.

Project Manager PHE ONWJ Mohamad Abdurrafiq menyampaikan apresiasi atas keberhasilan proyek pengembangan Lapangan OO-OX yang telah melewati milestone penting pekerjaan lapangan. 

”Proyek pengembangan Lapangan OO-OX telah berhasil mencapaian milestone penting dimulai dari desain fabrikasi, instalasi lepas pantai, dan akan dilanjutkan dengan tahapan konstruksi di Onshore Processing Facility (OPF) Balongan, ” jelas Abdurrafiq, dikutip Senin, 11 Agustus 2025.

Menurutnya, PHE ONWJ berkomitmen untuk memastikan penyelesaian seluruh aktivitas rangkaian pekerjaan pengembangan Lapangan OO-OX berjalan dengan sesuai target waktu, andal, dan selamat.

Baca juga : PHE ONWJ Mulai Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX di Bintan

Saat ini, anjungan OOA telah berdiri tegak di lokasinya, di lepas pantai utara Jawa Barat, dan menjadi simbol kesiapan dan konsistensi dalam mendukung ketahanan energi nasional. 

Selanjutnya, proyek Pengembangan Lapangan OO-OX tengah memasuki fase penyambungangan dan pemendaman pipa dengan dukungan Kapal PLB Kalinda, serta persiapan konstruksi di OPF Balongan sebelum dilakukan pemboran sumur-sumur OOA oleh tim drilling Perusahaan. 

Tahapan Pemasangan

General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menjelaskan, tahapan pemasangan jacket berlangsung 23-28 Juni 2025, seiring dengan proses pemasangan pipa bawah laut. 

Sementara itu, pemasangan topside dilaksanakan 8-10 Juli 2025, menandai babak penting dalam pengembangan infrastruktur energi yang dibangun dengan penuh ketelitian.

Ia menuturkan, seluruh proses pekerjaan instalasi diawali dengan pre-job safety meeting, sebagai langkah preventif untuk mengidentifikasi potensi bahaya, terutama dalam aktivitas lifting dan pemotongan seafastening

Baca juga : Daftar Lengkap Harga Terbaru BBM Pertamina per 1 Agustus 2025

”Koordinasi lifting antar tim dilakukan secara simultan dan terintegrasi, dengan perhatian khusus terhadap kondisi cuaca laut yang dinamis,” jelasnya, dikutip Senin, 11 Agustus 2025.

Diketahui, jacket, sebagai sarana utama anjungan, diangkat dan diposisikan ke dasar laut dengan ketepatan tinggi. Dilanjutkan dengan pilling installationlevelling sesuai desain, serta pengukuran pasang surut air laut yang dilakukan demi menjaga stabilitas struktur.

Di samping itu, instalasi jaringan pipa dikerjakan secara bersamaan. Kapal DLB EN3000 berperan sebagai kapal utama menjalankan alur pekerjaan mulai dari pipeline recovery, pemotongan pulling head, penyambungan pipa, hingga proses laydown pipa ke dasar laut.

Puncak dari kegiatan ini adalah pengangkatan topside, yang memerlukan tingkat presisi tinggi. Kapal DLB EN 3000 kembali difungsikan untuk mengangkat dan memposisikan topside di atas jacket

Setelah proses swinglowering, pengelasan sambungan, dan pengukuran level, struktur topside resmi menempati posisinya sebagai sarana kendali Anjungan OOA.

”Selama kegiatan berlangsung, tantangan utama adalah bagaimana mengeksekusi pekerjaan dengan aman. Namun hal tersebut dapat diatasi berkat perencanaan yang cermat dan kolaborasi kuat dari seluruh tim yang terlibat,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Anjungan OOA merupakan bagian dari proyek pengembangan lapangan minyak dan gas OO-OX yang dikelola PHE ONWJ, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi migas nasional. 

Selain pembangunan Anjungan OOA, proyek ini juga akan melakukan pemboran 4 (empat) sumur pengembangan, yaitu OOA-1, OOA-2, OOA-3, dan OOA-4. 

Melalui upaya ini, Lapangan OO-OX diestimasi mampu menghasilkan tambahan 2.996 barel minyak per hari (BOPD), dan 21,26 juta standar kubik gas per hari (MMSCFD) ketika mulai berproduksi pada kuartal pertama 2026. (*)

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

11 mins ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

40 mins ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

1 hour ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

1 hour ago

Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More

2 hours ago

Dorong Ekonomi Sirkular, ALVAboard dan Rekosistem Kerja Sama Kelola Sampah Kemasan

Poin Penting ALVAboard dan Rekosistem bekerja sama membangun sistem pengelolaan sampah kemasan terintegrasi untuk mendukung… Read More

2 hours ago