Market Update

Keputusan MSCI Tekan IHSG, Analis Wanti-wanti Risiko Dana Asing Tertahan

Poin Penting

  • MSCI bekukan sejumlah penyesuaian indeks Indonesia, termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), hingga penambahan konstituen IMI
  • Pembekuan MSCI berpotensi menahan aliran dana pasif global, sehingga ruang penguatan IHSG menjadi terbatas
  • IHSG tertekan signifikan di tengah sentimen tersebut, turun hingga 7,76 persen ke level 8.283,59 mendekati trading halt.

Jakarta – Morgan Stanley Capital International (MSCI) baru saja mengumumkan hasil konsultasi global terkait penilaian free float saham-saham Indonesia. Hasil konsultasi tersebut langsung menjadi sorotan utama pelaku pasar. 

Dalam konsultasi tersebut, MSCI menyampaikan rencananya untuk menggunakan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan KSEI sebagai referensi tambahan.

Sejalan dengan itu, MSCI memberikan perlakuan sementara untuk pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review, termasuk indeks review Februari 2026.

Perlakuan sementara itu, antara lain, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), dan pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Baca juga: Breaking News! IHSG Dibuka Ambles 6 Persen Lebih ke Level 8.381

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menuturkan keputusan MSCI ini berpotensi memberi tekanan pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), khususnya dalam jangka pendek hingga menengah. 

Menurutnya, dengan adanya pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia di indeks MSCI berarti potensi aliran dana pasif dari investor global menjadi tertahan. 

“Padahal, dana indeks dan Exchange Traded Fund (ETF) selama ini menjadi salah satu penopang utama permintaan saham berkapitalisasi besar di Indonesia. Ketika arus dana baru tertahan, sementara tekanan jual tetap ada, ruang penguatan IHSG menjadi lebih terbatas,” ucap Hendra dikutip, 28 Januari 2026.

Dalam kondisi seperti ini, lanjut Hendra, investor asing cenderung mengurangi eksposur atau menunda penambahan posisi, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi kontributor utama pergerakan IHSG. 

“Akibatnya, IHSG menjadi lebih rentan terhadap koreksi ketika muncul tekanan dari sentimen global,” imbuhnya.

Baca juga: Risiko Outflow Asing Hantui IHSG Jelang Keputusan Free Float MSCI

Pergerakan IHSG

Adapun, pergerakan IHSG hingga pukul 11.20 WIB terpantau telah mengalami pelemahan hingga 7,76 persen ke level 8.283,59, posisi tersebut telah mendekati batas trading halt sebanyak 8 persen.

Pergerakan tersebut melanjutkan pelemahan pada awal perdagangan yang dibuka anjlok ke level 8.381,01 dari posisi 8.980,23 atau melemah 6,67 persen.

Selain itu, outflow investor asing atau net foreign sell juga tercatat cukup deras pada perdagangan 27 Januari 2026 yang tembus Rp1,65 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Tantangan OJK ke Depan: Paling Utama Soal Independensi dan “Tangan Kotor” Politik Kekuasaan

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group TAHUN 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)… Read More

13 mins ago

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

8 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

10 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

10 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

11 hours ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

11 hours ago