News Update

Kepercayaan Konsumen Terhadap Meikarta Tetap Tinggi

Jakarta — Megaproyek Grup Lippo, Meikarta kembali ramai diperbincangkan, setelah munculnya berita OTT KPK terkait kasus suap muncul ke permukaan.

Munculnya kasus ini, tentu mengagetkan banyak pihak, termasuk konsumen. Karena, jika proyek ini dihentikan, tentu konsumen juga yang dirugikan.

Namun berdasarkan telusuran ke berbagai konsumen, ternyata masih banyak yang Proyek Meikarta bisa diselesaikan dan tidak merugikan konsumen.

Salah satunya Lin Nur. Wanita asal Bandung ini merasa yakin pihak pengembang bisa menyelesaikan tanggung jawabnya. Karena nama besar Lippo di pertaruhkan.

“Saya melihat dari kacamata hukum, biarlah kasus tersebut berjalan sesuai dengan aturan. Namun saya masih optimis kasus yang menimpa Meikarta bisa diselesaikan oleh pengembangnya. Karena nama besar Lippo ada dibelakangnya. Dengan penyelesaian kasus ini kita harap konsumen tidak dirugikan,” kata Lin saat dihubungi wartawan, Kamis, 25 Oktober 2018.

Lin sendiri mengaku beli dua unit apartemen di Meikarta. Satu di tower T dengan tipe studio dan satu lagi di Tower S dengan tipe dua kamar tidur.

Konsep kota metropolitan mandiri yang terhubungan dengan DKI Jakarta, melalui berbagai moda transportasi yang reliabel, menjadi landasan dirinya membeli apartemen di Meikarta.

Sejauh ini proses serah terima unitnya sendiri berlangsung sampai dengan 2019 dan satu lagi 2020. Sampai saat ini Lin masih memenuhi kewajiban untuk terus membayar angsuran.

“Saya beli pertama untuk investasi, karena bila dibandingkan dengan apartemen lain Meikarta sangat menarik,” jelas Lin.

Hal serupa juga diyakini konsumen lain, seperti Andri. Lelaki ini tertarik membeli unit di Meikarta karena dianggap strategis dan murah. Dengan adanya kasus hukum yang menimpa bos Meikarta, Dirinyapun berharap kasus ini cepat selesai, sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Saya sebagai konsumen tentu berharap kasus ini bisa diselesaikan. Agar konsumen tidak menjadi pihak yang dirugikan,” harap Andri.

Seperti diketahui, dalam periode yang singkat sejak awal rencana pembangunannya, Meikarta memang menyedot animo publik dengan skala yang tak pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.

Animo yang tinggi itu karena publik menyukai konsep kota metropolitan mandiri yang terhubungan dengan DKI Jakarta melalui berbagai moda transportasi yang reliable.

Di sisi lain nama harum Grup Lippo menambah kepercayaan publik terhadap proyek prestisius dengan harga yang sangat terjangkau ini. Sehingga kasus hukum yang dihadapi oleh beberapa oknum terkait Meikarta tak menyurutkan animo publik terhadap Meikarta

Melihat hal itu, tentu Pemerintah melalui aparat hukumnya harus menjaga agar kasus hukum yang berjalan tidak merugikan publik atas akses terhadap keberlangsungan pembangunan kota mandiri Meikarta oleh Lippo group.

Namun demikian, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menegaskan, bahwa lahan seluas 84 hektare yang diperuntukan bagi proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat, telah sesuai dengan ketentuan tata ruang sehingga luasan lahan tersebut bisa dibangun sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kita sudah surati bupatinya (Bupati Bekasi) dan jelaskan kalau yang 84 hektare itu sudah clear, telah sesuai dengan tata ruangnya,” kata Sofyan di Jakarta, Kamis (25/10).

Menurut Sofyan, jika suatau lahan yang akan dibangun sudah sesuai ketentuan, selanjutnya adalah tinggal mengurus izin. Hal ini yang kemudian menjadi masalah, di mana pihak pengembang ingin mempercepat proses perizinannya dengan cara melakukan suap.

“Jadi dari ATR nggak ada masalah. Kalau misalkan ternyata ada perubahan tata ruang, nanti akan kita lihat lagi,” tegas Sofyan. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

8 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

9 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

10 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

10 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

10 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

11 hours ago