Jakarta – Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya memberhentikan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).
Pemberhentian itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pertamina di Kementrian BUMN.
“Ada lima direksi yang diberhentikan, yaitu posisi Direktur Utama, Direktur Mega Proyek, Direktur Pengolahan, Direktur Aset, dan satu lagi Direktur Pemasaran Korporat,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno di Jakarta, Jumat, 20 April 2018.
Untuk pengganti Elia Massa Manik sendiri, Kementerian BUMN menunjuk Nicke Widyawati sebagai Plt Direktur Utama Pertamina, sekaligus Direktur SDM.
Seperti diketahui, Elia sebelumnya dipilih menjadi Direktur Utama Pertamina pada Maret 2017 lalu.
Karier Elia mulai mencorong ketika menjadi Dirut PT Elnusa Tbk pada Juni 2011 hingga Mei 2014. Dia memulai karier di PT Indofood Sukses Makmur (INDF), dan kemudian bergabung dengan Suez Group yang dia tinggalkan pada 2001. Saat itu, dia bergabung dengan PT Kiani Kertas dan kemudian bergabung dengan PT Jababeka. Elia juga pernah menjadi Chief Executive Officer PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia.
Saat memimpin Elnusa, Elia Massa disebut-sebut berhasil menyehatkan struktur keuangan perusahaan. Namun sayangnya karier dia di Pertamina tidak berjalan mulus dan berhenti ditengah jalan. (*)
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More