BRI: Pelemahan Rupiah Berdampak ke NPL Bank
Jakarta — Pergerakan nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (US$) pada hari ini (11/7) diperkirakan akan menguat hingga mendekati Rp14.000 seiring dengan sentimen positif penurunan suku bunga acuan The Fed pada periode bulan Juli 2019.
Hal tersebut disampaikan Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra ketika dihubungi oleh infobanknews di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019. Dirinya menjelaskan, malam hari tadi Gubernur The Fed telah memberikan pernyataan terhadap peluang penurunan suku bunga acuan miliknya.
“Rupiah kemungkinan menguat. Semalam Jerome Powell, Gubernur The Fed, dalam testimoninya di hadapan Komite Keuangan DPR AS, membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga acuannya di Rapat the Fed di akhir Juli ini,” kata Ariston.
Dengan adanya penurunan suku bunga The Fed tersebut, diperkirakan akan memberikan sentimen positif terhadap suku bunga Bank Indonesia (BI) yang mengikuti pergerakan The Fed.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dilansir Bloomberg, perdagangan hari ini (11/7) hingga pukul 09.40 WIB, rupiah bergerak menguat 0,35 persen menjadi Rp14.082 per dolar AS.
Sementara berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (11/7) kurs referensi Jisdor berada di level Rp14.089/US$, atau tercatat menguat dari posisi kemarin (10/7) Rp14.152/US$. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More
Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More