Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini (14/6) diperkirakan berpeluang untuk menguat, setelah pada perdagangan di hari sebelumnya, laju rupiah sempat ditutup melemah tipis.
“Rupiah berpeluang mengembalikan kekuatannya hari ini di tengah pelemahan dollar AS dan penguatan harga minyak mentah,” ujar Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, dalam risetnya, di Jakarta, Selasa, 14 Juni 2016.
Menurutnya, laju rupiah yang melemah tipis pada penutupan Senin sore kemarin, lantaran disebabkan oleh faktor-faktor baik dari global maupun domestik. “Buruknya data permintaan domestik Tiongkok juga menekan kurs dan bursa saham di Asia,” tukasnya.
Sementara faktor-faktor domestik yang mempengaruhi laju rupiah, yakni terkait dengan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016, tax amnesty serta rencana perombakan kabinet juga menjadi perhatian utama para investor.
“Selain itu, data perdagangan Mei 2016 serta pengumuman Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) di tengah minggu ini juga menjadi perhatian,” tutupnya. (*)
Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More
Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More