News Update

Kendala Restrukturisasi Kredit Belum Mengalir ke Sektor Rill

Jakarta – Progam restrukturisasi kredit perbankan dari Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai masih mengalami tantangan dan kendala di lapangan sehingga stimulus tersebut belum mengalir penuh ke sektor rill dan UMKM.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto dalam acara Webinar Infobank Institute dengan tema “Relaksasi kredit perbakan dan penyelamatan sektor rill”. Menurutnya, kendala dan tantangan terutama terjadi baik di perbankan maupun debiturnya sendiri.

“Salah satu tantagan terberat ialah menyeimbangkan kebutuhan debitur dan kapasitas likuiditas bank,” kata Eko di Jakarta, Rabu 20 Mei 2020.

Selain itu, tantangan juga datang dari kualitas dan integritas stimulus Pemerintah. Terlebih, bank harus memastikan tidak akan terhadi moral hazard atau adaya free rider dalam penerapan relaksasi ini. Lalu tantangan terakhir ialah perbedaan presepsi antar debitur dan perbakan agar tetap sesuai dengan peraturan dalam POJK 11/2020.

Tak hanya itu, kendala juga kadang terjadi dari perbankan maupun debitur. Diantaranya adalah kesulitan proses verifikasi data nasaba ditengah program Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) ditengah pandemi covid-19.

Sebagai informasi saja, arahan Presiden mengenai restrukturisasi perbankan telah tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019, mekanisme restrukturisasi kredit atau pembiayaan juga bisa dilaksanakan berdasarkan penilaian kualitas aset, antara lain dengan cara:
a. penurunan suku bunga;
b. perpanjangan jangka waktu;
c. pengurangan tunggakan pokok;
d. pengurangan tunggakan bunga;
e. penambahan fasilitas kredit/pembiayaan;
f. konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

36 mins ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

1 hour ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

1 hour ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

1 hour ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

5 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

8 hours ago