News Update

Kenaikan TDL Hantui Ibu Rumah Tangga

Jakarta – Tahun 2017 pemerintah berjanji tidak menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) tiga bulan pertama tahun 2018. Saat ini sendiri sudah bulan Februari 2018, bulan depan masuk Maret. Bagaimana situasi bulan April 2018 dan seterusnya ?

Jika TDL naik, tentunya masyarakat akan banyak keberatan, terutama kaum ibu-ibu yang juga berkegiatan dalam mengatur keuangan keluarga.

Apa lagi melihat biaya atau tarif listrik, sudah menjadi kebutuhan pokok yang primer, sama pentingnya dengan kebutuhan pulsa telepon dan bahan pangan.

Jika naik, maka pasti kebutuhan yang lain juga akan ikut naik. Contohnya, kebutuhan transportasi untuk naik angkot, ongkos ojek, dan naik bus umum serta kereta api, biasanya ikut terkerek naik.

Baca juga: Kebijakan Harga Batu Bara Meredam Kenaikan Tarif Listrik

“Begitu juga kebutuhan utama lainnya seperti membeli pakaian seragam, alat tulis, buku-buku sekolah, dan buku pelajaran, pasti mengikuti kenaikan harga listrik, yang menjadi energi dalam hidup kita,” kata Founder HCAUS (Human Capital for Us ), Mutia Sari Syamsul dalam bincang-bincang dengan topik “Perempuan dan Energi” di Jakarta, Minggu, 11 Febuari 2018.

Tentunya selain ibu-ibu, para suami pun nantinya pasti bingung, karena harus kerja lebih keras, agar pendapatannya bisa mengikuti kenaikan harga listrik dan tarif-tarif lain yang mengikutinya.

Melihat hal ini pemerintah harus putar otak. Jangan sampai kedepan masyarakat justru dibuat tercekik karena himpitan ekonomi.

Perempuan atau ibu sendiri sebagai penopang dalam kehidupan berumah tangga dituntut harus selalu melek informasi agar dapat mengantisipasi jalannya ekonomi dan kehidupan rumah tangga ke depan.

Ketua Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Rusilowati Efendi menyatakan keinginannya agar  jangan lagi para ibu yang harus mendidik anak-anak di rumah, ditambah lagi bebannya, kalau ada tarif yang dinaikkan pemerintah.

Melihat hal itu, kebutuhan agar para ibu juga diarahkan menjadi lebih produktif dan lebih mampu menghasilkan produk rumahan harus di lakukan. Sehingga kalau berhasil, bisa dijual dan membantu ekonomi rumah tangga.

Hal tersebut merupakan solusi daripada hanya melakukan bagaimana meminta terus suami, supaya punya penghasilan lebih besar, sebagai dampak naiknya tarif listrik.

Namun diharapkan pemerintah juga bisa membuat harga listrik kedepan supaya terus dalam kondisi yang stabil.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini sedang menyusun formula baru untuk tentukan Tarif Dasar Listrik (TDL). Selama ini komponen untuk susun TDL adalah inflasi, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price – ICP), dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

7 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

9 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

10 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

10 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

12 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

12 hours ago