Kenaikan Suku Bunga BI Picu Sentimen Negatif ke Pasar Modal
Jakarta – Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal kuat untuk kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate Bank Indonesia (BI), hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengungkapkan, kenaikan suku bunga acuan akan memberikan sentimen negatif bagi pasar saham. Oleh sebab itu dirinya berharap suku bunga acuan BI tidak naik.
“Musuh terbesar dari pasar modal adalah tingkat suku bunga dan memang kenaikan tingkat suku bunga ini mau tidak mau cukup mengganggu. Evaluasinya adalah memang kalau bursa ditanya kalau bisa bunga jangan naik,” kata Tito di kompleks BI Jakarta, Jumat 22 Juni 2018.
Baca juga: Diganti Inarno, Berakhir Sudah Eranya Tito Sulistio di BEI
Tito menilai, kebijakan Bank Sentral untuk menaikan suku bunga guna mendorong kebutuhan pembiayaan infrastruktur. Namun, menurutnya pendanaan terbesar bukanlah dari sektor perbankan melainkan sektor pasar modal.
“Faktanya (pembiayaan) perbankan tahun kemarin cuma Rp240 triliun, pasar modal Rp802 trilun. Kalau tingkat suku bunga naik, bank juga susah pinjamkan duit, pasar modal juga susah,” tambah Tito.
Kendati demikian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kebijakan tersebut kepada bank sentral dan mendukung kebijakan bank sentral bila kedepannya akan menaikkan suku bunga acuannya.(*)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More