Keuangan

Kenaikan Suku Bunga BI Berdampak ke Kinerja Industri Asuransi? Ini Jawaban OJK

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebanyak 25 bps menjadi 6 persen, berdampak pada penurunan nilai aset investasi perusahaan asuransi khususnya investasi pada SBN (Surat Berharga Negara).

Meski begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan bahwa, secara umum kondisi investasi asuransi masih cukup dapat menyerap risiko kenaikan suku bunga BI.

Baca juga: OJK: Penempatan Investasi Asuransi ke EBA-SP Masih Rendah

“Kenaikan BI rate secara terus menerus, masih dapat ditolerir selama kenaikan tidak terlalu drastis. Namun demikian, hal ini akan mempengaruhi likuiditas pasar dalam kurun waktu tertentu, yang mungkin dapat berpengaruh kepada kinerja industri asuransi,” ucap Ogi dalam keterangan tertulis dikutip, 2 November 2023.

Lebih lanjut, Ogi menjelaskan bahwa, pelaku industri asuransi saat ini cenderung akan bersikap wait and see terhadap sentimen-sentimen yang akan muncul disusul masih adanya ketidakpastian geopolitik dan konflik Timur Tengah.

“(Pelaku industri asuransi) perlu memberikan perhatian terhadap kondisi geopolitik dan terjadinya konflik di timur tengah yang kemungkinan akan memiliki pengaruh terhadap perkenomian global,” imbuhnya.

Baca juga: OJK Segera Terbitkan Aturan Modal Minimum Perusahaan Asuransi, Simak Rinciannya

Adapun, Ogi juga menyoroti perkembangan kondisi ekonomi China yang masih bergerak melambat, serta peningkatan harga komoditas dan pangan dunia yang tentunya dapat turut berimbas pada pertumbuhan ekonomi nasional, serta pergerakan pada pasar keuangan.

“Sehingga untuk jangka waktu menengah perlu diwaspadai kenaikan risiko investasinya,” ujar Ogi. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Lindungi Pemudik, Jasindo Tawarkan Asuransi Mulai Rp10 Ribu

Poin Penting Asuransi Jasindo menghadirkan Program Asuransi Mudik untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat selama perjalanan… Read More

2 mins ago

Ironi Kasus Kredit Macet Sritex: Bankir Jadi Tersangka, Pelaku Rekayasa Keuangan Bebas Berkeliaran

Oleh Tim Infobank ADA sebuah adagium lama dalam dunia perbankan: perbankan adalah industri yang dibangun… Read More

1 hour ago

Tantangan OJK ke Depan: Paling Utama Soal Independensi dan “Tangan Kotor” Politik Kekuasaan

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group TAHUN 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)… Read More

4 hours ago

IHSG Dibuka Hijau ke Level 7.391

Poin Penting IHSG dibuka menguat tipis 0,03 persen ke level 7.391,65 pada awal perdagangan (12/3),… Read More

4 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (12/3): Antam Anjlok, Galeri24 dan UBS Kompak Naik

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp15.000 menjadi Rp3.098.000 per gram Harga emas… Read More

4 hours ago

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah pada Rentang 7.300-7.350

Poin Penting IHSG diproyeksi melemah menguji level 7.300–7.350 setelah ditutup turun 0,69 persen ke 7.389,40… Read More

4 hours ago