Kenaikan Suku Bunga Acuan jadi Langkah BI Tekan Tingginya Ekpektasi Inflasi

Kenaikan Suku Bunga Acuan jadi Langkah BI Tekan Tingginya Ekpektasi Inflasi

Dorong UU PPKSK, Langkah Lanjutan Perlu Diterapkan
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bank Indonesia (BI) dalam RDG November 2022 kembali menaikan tingkat suku bunga acuan menjadi sebesar 5,25%. Keputusan ini merupakan langkah BI dalam mencermati masih tingginya ekpektasi inflasi di level 5,9% pada consensus forecast November 2022.

Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI mengatakan, inflasi inti juga masih tercatat sebesar 3,31% yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Keputusan kenaikan suku bunga tersebut merupakan langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3±1% lebih awal yaitu di paruh pertama 2023,” ujar Dody, Jumat, 18 November 2022.

Respons kebijakan ini merupakan refleksi dari komitmen penuh BI untuk secara konsisten mengarahkan bauran kebijakan demi menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.

Selain itu, kebijakan moneter BI diarahkan untuk menjaga stabilitas (pro stability), sedangkan empat kebijakan lainnya yaitu makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, serta ekonomi keuangan hijau dan inklusif, diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kami meyakini bahwa stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan ke depan akan tetap terjaga. Karena kami meyakini hal ini sebagai fondasi penting bagi pemulihan ekonomi nasional yang kuat, seimbang, dan berkelanjutan,” jelas Dody. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]