Categories: AnalisisKeuangan

Kenaikan Jumlah Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Mencapai 116,51%

Jakarta–BPJS Ketenagakerjaan hingga Oktober 2015 mencatatkan kepesertaan aktif sebanyak 19,034 juta tenaga kerja. Angka itu tumbuh 116,51% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 16,337 juta atau mencapai 99,66% dari target.

Peningkatan kepesertaan ini  turut dikontribusi oleh melonjaknya jumlah kepesertaan. Hingga Oktober 2015, jumlah peserta dari perusahaan aktif tumbuh 133,29%  dibandingkan dengan Oktober tahun sebelumnya menjadi 275.888, atau mencapai 109,65% dari target 2015 .

Pertumbuhan kepsertaan ini juga mendorong lonjakan pembayaran iuran yang per Oktober 2015 mencapai Rp27,8 triliun atau tumbuh 122,41% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp22,7 triliun.

Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Junaedi mengatakan, pencapaian tersebut didukung dengan penambahan kapasitas kantor dalam bentuk pengembangan Kantor Cabang Perintis sebanyak 203 unit yang memberikan kontribusi iuran sebesar Rp1,8 triliun pada Oktober 2015. Jumlah perusahaan aktif sendiri mencapai 33.855 perusahaan dengan 1,34 juta tenaga kerja.

BPJS Ketenagakerjaan juga memperluas jaringan layanannya dengan menggandeng perbankan. Hari ini BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia, Tbk (BNI) untuk meningkatkan layanannya. Sebanyak 100 unit kerja Bank BNI yang tersebar di seluruh Indonesia akan siap melayani peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk pendaftaran dan pembayaran iuran bulanan. Selain itu Service Point Office (SPO) ini juga dapat melakukan pengecekan kelengkapan dokumen klaim Jaringan Hari Tua.

“Ini sebelumnya sudah kerjasama denga satu bank, nanti selanjutnya hampir semua bank BUMN terlibat,” kata Junaedi di Jakarta Jumat 4 Desember 2015. (*) Ria Martati

Apriyani

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

3 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

5 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

5 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

5 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

5 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

6 hours ago