Nasional

Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dinilai Tak Signifikan Picu Inflasi

Jakarta – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menjadi isu sensitif yang memicu perdebatan di masyarakat. Bukan tanpa sebab, kenaikan harga BBM ikut memicu inflasi yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda mengatakan, kenaikan harga BBM, baik subsidi dan non-subsidi dapat menimbulkan inflasi. Namun, dampaknya dinilai masih terbatas.

“Dampak kenaikan Pertamax ataupun BBM non-subsidi lainnya ke inflasi sangat terbatas jika kita melihat porsinya yang tidak sebesar Pertalite,” katanya, saat dihubungi Infobanknews, Kamis, 3 Juli 2025.

Ia menilai, dampak minim kenaikan BBM non-subsidi seperti Pertamax tidak akan begitu dirasakan oleh masyarakat. Apalagi pembeli BBM non-subsidi tergolong ‘segmented’, sehingga kenaikan Rp100-Rp500 per liter dinilai tidak begitu dipermasalahkan.

Baca juga: Harga BBM Non-Subsidi Kompak Naik per 1 Juli 2025, Ini Rinciannya

Akan tetapi, menurutnya, apabila selisih harga kenaikan BBM terlalu lebar, masyarakat kemungkinan akan bermigrasi ke Pertalite. Hal ini merupakan sifat alamiah konsumen, di mana harga yang jauh lebih murah cenderung lebih dipilih.

“Tapi dalam kasus Pertamax ini, nampaknya pengaruhnya cukup terbatas karena pengguna Pertamax sebagian besar sudah segmented yang mereka sudah tidak membandingkan antara Pertamax dengan Pertalite namun dengan BBM sejenis merek lain,” jelasnya.

Pertamax Tak Termasuk BBM Penugasan

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Pertamax tidak termasuk dalam kategori BBM penugasan. Oleh karena itu, saat harga minyak dunia naik, harga Pertamax juga ikut menyesuaikan.

“Bagi Pertamina sendiri, kenaikan harga Pertamax nampaknya memang menunggu waktu saja karena saya lihat pergerakannya relatif stabil di saat BBM sejenis Pertamax merek lain naik turun harganya,” bebernya. 

Dengan kenaikan ini, menurut dia, Pertamina kemungkinan akan mendapatkan rasionalisasi harga Pertamax.

Baca juga: Inflasi Juni 2025 Capai 0,19 Persen, Ini Komoditas Penyumbangnya

Ia menambahkan, kebijakan pemerintah yang mengikuti adalah ketersediaan Pertalite yang harus dijaga, karena permintaannya berpotensi meningkat, meskipun tidak signifikan. 

“Tapi yang jelas harus tersedia. Itu yang penting,” tegasnya.

Harga BBM Non-Subsidi Resmi Naik

Simak Liputan Khusus Tim Infobanknews dalam artikel berjudul “Bukti Nyata QRIS Makin Kuat dan Mendunia“. (Ilustrasi: Muhammad Zulfikar)

Diketahui, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM non-subsidi per 1 Juli 2025. Harga BBM di seluruh SPBU di Indonesia kompak naik pada hari tersebut.

Berdasarkan laman resmi perusahaan, Selasa, 1 Juli 2025, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp12.500 per liter, dari sebelumnya Rp12.100 per liter.

Baca juga: Pakar ITB Bicara soal Kualitas BBM Pertamina

Harga BBM jenis Pertamax Turbo (RON 98) juga naik, dari Rp13.050 per liter menjadi Rp13.500 per liter. Sementara itu, harga Dexlite (CN 51) naik dari Rp13.000 per liter menjadi Rp13.320 per liter.

Selain itu, harga Pertamina Dex (CN 53) juga naik dari Rp12.740 per liter menjadi Rp13.650 per liter. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

8 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

15 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

16 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

16 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

17 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

23 hours ago