Bank Sentral AS yang memberikan sinyal bahwa akan menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali di tahun depan, harus segera direspon oleh bank-bank sentral di negara lain termasuk Bank Indonesia. Saat ini fokus pasar adalah, menunggu keputusan BI 7-day Repo Rate yang akan diumumkan oleh BI.
Keputusan Bank Sentral terkait BI 7-day Repo Rate nantinya, akan mempengaruhi laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Sementara laju rupiah sendiri diperkirakan terhenti tren penguatannya untuk sementara, sejalan dengan keputusan The Fed yang menaikkan suku bunganya dan mendorong penguatan dollar index.
Sebagai informasi, Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang telah berlangsung selama dua hari yakni 14-15 Desember 2016. Di mana dalam RDG tersebut akan diputuskan mengenai kebijakan moneter (BI 7-day Repo Rate) dan juga kebijakan makroprudensial lainnya. (*)
(Baca juga: Suku Bunga dan Ekspansi Kredit)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More