Jakarta–Presiden Joko Widodo melalui Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menggencarkan target-target pembangunan infrastruktur yang harus dicapai pada masa pemerintahannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Rini M. Soemarno pada acara “Kinerja dan Strategi BUMN dalam Era Business Disruption” di Universitas Indonesia, Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.
“Dalam lima tahun pemerintahan, Presiden Jokowi menargetkan dapat membangun 1.260 km jalan tol, dan itu kita terus kejar” ungkap Rini.
Rini menambahkan, dalam mendorong terwujudnya target tersebut pihaknya terus berkordinasi dengan PT Waskita Karya (Waskita) serta PT Jasa Marga. Dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh Waskita.
“Saya bangga terhadap perusahaan BUMN kita yang menunjukan kinerja positifnya, Saya tahu betul Pak Cholik (Direktur Utama Waskita) selalu berkerja keras dan berkordinasi terus dalam mewujudkan target tersebut,” kata Rini. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Ia menjelaskan, hingga tahun 2014 ruas tol yang ada di Indonesia hanya tercatat 740 KM dan pihaknya saat ini telah membangun 1.260 KM. Sehingga pada akhir 2019 nanti BUMN dapat mengoperasikan jalan tol lebih dari 2.000 km.
“Untuk jalan tol, tercatat selama 30 tahun lalu sampai 2014, kita baru punya 730 km jalan tol. Jadi dalam pemerintahan Bapak Joko Widodo diharapkan dalam 5 tahun tambah 1.260 km. Dan pada 2019 kita dapat operasikan 2.000 KM ruas tol,” papar Rini.
Baca juga: 19 BUMN Belum Daftarkan Jaminan Pensiun Pekerja
Rini menambahkan, proyek-proyek jalan tol yang sudah ada di rencana pemerintah berada di ruas tol Trans Sumatera dan Trans Jawa, selain itu ruas tol Sulawesi (Manado-Bitung) dan Kalimantan (Balikpapan-Samarinda). Dan tercatat beberapa ruas tol di Sumatera dan Jawa sudah ada yang bisa dipakai untuk mudik Lebaran 2017.
Di sisi lain pada konektivitas udara, Rini mengklaim BUMN telah meningkatkan pelayanan bandara untuk 145 juta penumpang dan 40 juta di antaranya dilakukan oleh Garuda Indonesia.
Selain itu pembangunan moda transportasi massal yaitu LRT Palembang dan Jabodebek ditaregtkan akan selesai pada 2018 dan 2019. Sedangkan pada kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini sudah dimulai pembangunan awal untuk 5 km pertama dan diharapkan selesai akhir 2019. (*)
Editor: Paulus Yoga




