Moneter dan Fiskal

Kemenkeu Usulkan Pagu Indikatif Tahun 2024 Rp48,35 Triliun

Jakarta – Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengusulkan pagu indikatif Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun anggaran 2024 sebesar Rp48,35 triliun.

Secara rinci, dana pagu tersebut bersumber dari rupiah murni sebesar Rp38,90 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp21,76 triliun, Hibah Luar Negeri (HLN) Rp1,12 triliun, dan BLU Rp9,42 triliun.

Berdasarkan fungsinya, pagu indikatif senilai Rp48,35 triliun dialokasikan untuk fungsi pelayanan umum sebesar Rp44,71 triliun. Terdiri dari program kebijakan fiskal Rp40,35 miliar, program penerimaan negara Rp2,47 triliun.

Kemudian, program belanja negara Rp28,74 miliar, program perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko Rp310 miliar, dan program dukungan manajemen Rp41,8 triliun.

Baca juga: Aliran Modal Asing Masuk ke RI Rp4,87 Triliun

Kedua, berdasarkan fungsi ekonomi, yaitu sebesar Rp161 miliar. Terdiri dari program penerimaan negara Rp4,2 miliar, dan program dukungan manajemen Rp157 miliar. Terakhir untuk fungsi pendidikan Rp3,48 triliun yang seluruhnya akan digunakan untuk untuk program dukungan manajemen.

“Dengan demikian, kami mohon perkenan bapak ibu komisi XI DPR RI untuk menyetujui rencana kerja dan pagu indikatif Kementerian Keuangan tahun 2024, dengan pagu indikatif Rp48,35 triliun,” ujar Suahasil dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Senin 12 Juni 2023. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

46 mins ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

3 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

4 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

4 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

4 hours ago