Jakarta – Kementerian Keuangan terus mendorong agar Barang Milik Negara (BMN) dapat dioptimalkan pengunaannya melalui skema kerja sama dengan pihak swasta. Encep Sudarman, Direktur Barang Milik Negara Kemenkeu mengungkapkan pihaknya sudah memberikan beberapa fasilitas dukungan terkait dengan penggunaan BMN.
Salah satunya adalah Daftar Sewa BMN yang disediakan oleh Kemenkeu. Layanan ini akan mempermudah investor yang ingin mengajukan permohonan sewa pada BMN. Lalu, pemerintah juga memberikan penambahan jangka waktu sewa sebagai kompensasi dari kondisi tertentu, misalnya, Covid-19.
“Jadi semisal bapak ibu sudah menyewa tahun ini, bisa dialihkan ke tahun depan. Itu adalah salah satu keringanan yang kita berikan,” jelas Encep pada paparan virtualnya, Senin, 4 Oktober 2021.
Kemudian, Kemenkeu juga berjanji akan memberikan diskon-diskon khusus pada UMKM yang hendak memanfaatkan BMN. Dengan demikian, pemanfaatan BMN bisa lebih optimal dan sekaligus membantu ekonomi untuk pulih dari pandemi.
Tidak hanya masyarakat umum, Kemenkeu juga mendorong kementerian dan lembaga pemerintahan lain juga bisa memanfaatkan aset negara. Sehingga, proses kerja pemerintahan bisa lebih hemat dan efisien.
“BMN ini sering digunakan oleh KL (Kementerian/Lembaga) untuk cost saving. Tidak perlu membangun atau beli tanah, pakailah BMN ini. Kita akan terus mendukung perekonomian dalam penyediaan infrastruktur,” ujarnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More
Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More
Poin Penting BEI mulai pilot project kenaikan free float 15 persen dengan menyasar 49 emiten… Read More
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11 persen… Read More
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More
Poin Penting: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Indonesia tumbuh 5,39% yoy, lebih tinggi dari kuartal III-2025… Read More