Bogor – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa dalam melakukan kebijakan reformasi subsidi khususnya energi yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, serta menjaga stabilitas ekonomi perlu memerhatikan beberapa hal.
Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF, Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa terdapat tiga hal utama yang perlu diperhatikan untuk reformasi subsidi di antaranya adalah momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, dan juga momentum pertumbuhan ekonomi yang memiliki dampak politik.
Baca juga: Soal Wacana Subsidi Pertamax, Begini Update dari Kemenkeu
“Cuma satu, harus mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi jangan sampai kendor, jangan sampai kita kehilangan momentum untuk pemulihan ekonomi semakin baik,” ucap Wahyu dalam Media Gathering Kemenkeu dikutip, 26 September 2023.
Lalu, Wahyu juga menyebutkan bahwa hal yang dapat diperhatikan selanjutnya adalah terkait dengan daya beli masyarakat saat ini di tengah tekanan yang tinggi.
“Ketiga kita juga tetep harus menjaga momentum yang pas karena subsidi juga ada dampak politiknya resistensi politik itu harus kita cermati,” imbuhnya.
Sehingga, dirinya menambahkan bahwa, Pemerintah perlu berhati-hati dalam menetapkan penyesuaian subsidi agar nantinya kebijakan tersebut tidak berdampak kepada inflasi.
Baca juga: Sri Mulyani Tetapkan Subsidi Bunga KUR Super Mikro 15 Persen, Cek Rinciannya!
“Misalnya dalam konteks untuk menyesuaikan subsidi lebih tepat sasaran dengan cara menaikkan harga itu dampaknya ke inflasi, di saat perekonomian kita menghadapi tekanan inflasi yang cukup tinggi maka tentu pemerintah akan berhati hati, jadi subsidi reform ini akan berjalan terus,” tutup Wahyu. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More