Jakarta–Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi inklusif melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan meluncurkan Zona Bebas Tunai (cashless zone). GNNT merupakan program nasional Kemenkeu bersama Bank Indonesia dalam rangka meminimalisasi penggunaan uang tunai.
Kemenkeu menyebut, kegiatan ini merupakan ajang edukasi sekaligus pengenalan bagi pegawai Kemenkeu dan Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggunakan beberapa alternatif cara pembayaran nontunai dalam transaksi keuangan, baik menggunakan uang elektronik, kartu debit, maupun kartu kredit.
Kegiatan yang menggandeng PT. Bank Mandiri,Tbk (Bank Mandiri), PT. Bank Tabungan Negara (BTN), PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk (BRI), PT. Bank Negara Indonesia, Tbk, Dharma Wanita Kementerian Keuangan, serta Koperasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan, diharapkan mampu menjadi tonggak baru dimulainya gerakan nontunai di lingkungan Kemenkeu.
Peluncuran cashless zone secara simbolik ditandai dengan dilakukannya transaksi pembelian kepada salah satu tenant di lokasi cashless zone menggunakan uang elektronik. Sebelumnya digelar pulakegiatan Treasury Fun Run 5K yang dibuka langsung oleh Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo. Tingginya antusiasme masyarakat luas terlihat dari terjual habisnya 300 lembar tiket lari.
Selain itu, perhatian yang besar dari segenap jajaran pimpinan Kemenkeu, menjadi secercah harapan akan terwujudnya cashless society demi Indonesia yang lebih baik.(*)
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More