Categories: Moneter dan Fiskal

Kemenkeu Ingin SBN Ritel Bisa Dinikmati Investor Kecil

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan mayoritas dari investor SBN Ritel saat ini adalah para milenial. Meskipun demikian, dana yang terbatas kerap kali membuat mereka tidak mendapat bagian dalam pemesanan SBN Ritel.

Deni Ridwan, Direktur Surat Utang Negara, DJPPR Kementerian Keuangan RI mengungkapkan, bahwa pihaknya membuat ketentuan baru untuk mengatasi hal ini. Tujuannya agar para milenial bisa mendapat porsi lebih banyak dalam investasi SBN Ritel.

“Harapannya SBN dengan sweetener atau premi ini akan benar-benar dinikmati oleh Investor kecil dan bukan investor besar. Maka dari itu, kita turunkan maksimal pemesanan dari Rp3 miliar ke Rp2 miliar agar investor besar bisa beralih ke SBN Non-Ritel,” ujar Deni pada paparan virtualnya, Jumat, 21 Januari 2022.

Lebih jauh, Kementerian Keuangan menargetkan akan mendapat Rp100 triliun dari penerbitan 7 SBN Ritel di 2022. Angka ini tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp97 triliun.

Pemerintah pun hingga saat ini belum berencana akan menambah porsi penerbitan SBN Ritel. Meskipun demikian, Deni menyebut kementerian keuangan akan mempertimbangkannya jika animo masyarakat tinggi. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

10 mins ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

20 mins ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

47 mins ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

2 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More

2 hours ago

Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More

3 hours ago