Moneter dan Fiskal

Kemenkeu Harap Penerbitan SUN Perbaiki Defisit APBN-2017

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berharap, penerbitan Surat Utang Negara (SUN) yang per akhir Agustus 2017 mencatatkan outstanding sebesar Rp3.088 triliun ini dapat menopang perbaikan defisit fiskal di APBN-Perubahan 2017 yang diperkirakan mencapai Rp362 triliun.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur SUN Kemenkeu, Loto Srinaita Ginting, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 11 September 2017. Menurutnya, target defisit APBN-P 2017 sebesar 2,67 persen itu masih perlu didukung oleh penerbitan SUN.

“Karena kondisi pembangunan infrastruktur kita masih harus dibiayai melalui SUN,” ujarnya.

Gencarnya pemerintah dalam penerbitan SUN ini, kata dia, sejalan dengan target pemerintah dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. “Selain itu, untuk meningkatkan belanja kesehatan dan pendidikan,” ucapnya.

Guna menudukung penerbitan SUN tersebut, lanjut dia, saat ini pemerintah tengah mendorong pertumbuhan jumlah investor individu. “Sekarang ini Investor individu sedang turut serta membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang nonritel di pasar sekunder,” jelasnya.

Per akhir Agustus 2017, tambah dia, outstanding SUN mencapai Rp3.088 triliun dengan jumlah terbesar dari SBN yang mencapai Rp2.563,3 triliun, sedangkan Surat Berharga Syariah Negara (sukuk negara) senilai Rp524,7 triliun. “SBN menjadi andalan sebagai sumber pembiayaan pembangunan kita,” paparnya.

Sementara itu, investor individu yang menempatkan modal di SBN mencapai Rp59 triliun, sebesar Rp48,35 triliun di instrumen SBN ritel. “Sebesar Rp10,7 triliun di SBN nonritel. Mereka membeli dari pasar sekunder yang sebesar 16 persennya bermain di tenor lebih dari sepuluh tahun,” kata dia.

Dia mengatakan, pada 29 September sampai 19 Oktober 2017, pemerintah akan meluncurkan ORI014 di pasar perdana, sehingga nantinya bisa menjadi pilihan investasi di pasar sekunder. “Sekarang ini, investor individu semakin cerdas, mereka tidak hanya membeli instrumen ritel, tetapi juga nonritel,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

3 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

4 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

6 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

8 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

8 hours ago