Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam acara The Finance Executive Forum di ajang Top 20 Financial Institutions Award & Best CFO 2025 yang digelar Infobank Media Group di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto: M. Zulfikar)
Poin Penting
Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan dana simpanan pemerintah daerah (Pemda) di perbankan masih berada pada level yang tinggi. Per September 2025, dana Pemda yang mengendap mencapai Rp244 triliun.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi Agustus 2025 yang tercatat sebesar Rp233 triliun.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan masih tingginya dana Pemda yang mengendap di perbankan itu disebabkan karena daerah masih belum membelanjakan anggarannya secara optimal.
“Dana simpanan Pemda di perbankan masih tinggi karena belum belanja, makanya kalau dilihat dari Januari 2025 Rp143 triliun ini dana simpanan meningkat terus menjadi per September catatan kita Rp244 triliun,” ungkap Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi November, dikutip, Jumat 21 November 2025.
Baca juga: Transfer ke Daerah Capai Rp713 Triliun, Wamenkeu Dorong Pemda Gaspol Belanja Akhir Tahun
Suahasil meminta Pemda mempercepat realisasi belanja di sisa tahun anggaran 2025. Ia merinci bahwa komposisi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang on-track hanya belanja pegawai yang hingga Oktober 2025 mencapai Rp343,4 triliun.
“Ternyata yang on-track itu belanja pegawai, bayar gaji, bayar upah itu on-track Rp343 triliun dibandingkan tahun lalu,” ujar Suahasil.
Sementara, Suhasil mengungkapkan belanja barang dan jasa lebih rendah sebesar Rp226,7 triliun, dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp253,5 triliun.
Kemudian juga belanja modal yang baru terealisasi sebesar Rp74,2 triliun, dibanding tahun lalu sebesar Rp108,6 triliun, serta belanja lainnya yang sebesar Rp164,2 triliun, dimana tahun lalu mencapai Rp227,5 triliun.
Baca juga: Anggaran MBG Baru Terserap 58,2 Persen hingga 18 November 2025, Ini Detailnya
Suahasil menyatakan selisih belanja APBD dibandingkan dengan periode sama tahun lalu memiliki selisih yang cukup besar, yakni Rp126,1 triliun leboh rendah.
“Tadi sudah sampaikan APBN belanja lebih tinggi dari tahun lalu, kita juga menginginkan APBD itu belanja lebih tinggi dari tahun lalu, supaya efek belanja di masyarakat, efek mendorong perekonomian dan pertumbuhan bisa terjadi,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting WBSA siap melantai di BEI dengan melepas 1,8 miliar saham (20,75 persen) di… Read More
Poin Penting Total zakat BSI mencapai Rp1,07 triliun dalam periode 2021 hingga 2025 dengan tren… Read More
Poin Penting Bank Sinarmas meluncurkan Simas Share dengan konsep menabung sekaligus berdonasi dari bunga tabungan… Read More
Poin Penting Alfamart menghadirkan inovasi micro cinema pertama di gerai Gading Serpong bekerja sama dengan… Read More
Poin Penting BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh… Read More
Poin Penting Prabowo Subianto bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk mempererat hubungan bilateral… Read More